Cukang Taneuh, Objek Wisata Green Canyon Pangandaran yang Mistis Namun Eksotis

Wisata —Selasa, 25 May 2021 16:15
    Bagikan  
Cukang Taneuh, Objek Wisata Green Canyon Pangandaran yang Mistis Namun Eksotis
Memiliki pesona keindahan yang eksotis, tempat wisata di Pangandaran ini menawarkan pemandangan tebing-tebing alami yang menjulang dan dihiasi pepohonan hijau yang rindang. (Foto: Disparbud Jabar)

PANGANDARAN, DEPOSTPAGANDARAN

Jika Negeri Paman Sam, Amerika Serikat punya Green Canyon di Colorado. Pangandaran pun punya Cukang Taneuh yang tak kalah eksotis, dan digadang-gadang sebagai Green Canyonnya Indonesia. Memiliki pesona keindahan yang sama, tempat wisata di Pangandaran ini menawarkan pemandangan tebing-tebing alami yang menjulang dan dihiasi pepohonan hijau yang rindang.

Tak hanya itu, air sungai yang menyusuri tebing ini sangat jernih dan biru. Green Canyon Pangandaran ini berada di Sungai Cijulang, tepatnya di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Warga setempat menamai tempat ini dengan nama Cukang Taneuh yang dalam bahasa Indonesia berarti Jembatan Tanah.

Baca juga: Ambulans Milik RSUD Pandega Pangandaran Terlibat Kecelakaan di Jalan Raya Tunggilis, Beginilah Kronologisnya

Dimaknai sebagai Jembatan Tanah oleh penduduk sekitar, karena lokasi ini beraa di atas lembah dan jurang dari Cukang Taneuh terdapat sebuah jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani setempat untuk menuju kebun.

Jauh sebelum dibuka sebagai tempat wisata, sungai di sepanjang objek wisata Green Canyon Pangandaran ini dikenal sebagai tempat angker yang kental dengan nuansa mistis. Bahkan warga setempat jarang ada yang berani melintas di aliran sungai maupun di bantaran sungai itu. Mungkin hanya beberapa orang saja yang berani ke sana.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok 26 Mei 2021, Gemini Kamu Terlalu Gegabah dan Aquarius Kamu Butuh Patner

Itupun biasanya orang yang berburu ular dan biawak. Oleh karena kesan angker nan mistis yang dipercayai oleh masyarakat, menjadikan lokasi ini dahulu jarang dikunjungi, dan hal inilah yang membuat tempat ini masih terjaga kelestariannya.

Sejarah penamaan Green Canyon di Cukang Taneuh ini pertama kali dipopulerkan oleh seorang warga negara Perancis bernama Bill John pada tahun 1993. Ketika itu ia melihat warna tebing serta sungai yang berwarna kehijauan. Lantas ia menyebutnya dengan nama Green Canyon, yang kemudian nama itu dipakai dan populer hingga saat ini.

Baca juga: Ikatan Cinta Malam Ini, Ricky Membuat Elsa Semakin Terpojok dan Elsa Hamil Bukan Anak Nino

”Kekaguman tiga bule itu ketika melihat dinding air terjun yang berada di pinggir sungai. Kekaguman mereka makin menjadi ketika melihat relief-relief bebatuan stalaktit yang tidak henti-hentinya mengeluarkan air,” ujar Sunandar, pemandu wisata kawasan Green Canyon Pangandaran sebagaimana dilansir dari laman resmi indonesia.go.id.

Ketika menyusuri aliran sungai diantara tebing ngarai ini, kita bisa melihat tumbuhan hijau menghiasi dinding batu indah hasil pahatan alam selama bertahun-tahun. Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran Sungai Cijulang selama jutaan tahun lamanya.

Baca juga: Unik, Warga Banjar Lomba Mancing Ikan Lele di Selokan

Aliran itu menembus gua dengan stalaktit dan stalagmit yang memesona. Aliran itu kemudian diapit oleh dua bukit yang menjulang dengan bebatuan yang berhiaskan rerimbunan pepohonan. Benar-benar sebuah manuskrip alam yang khas dan menantang.

Cara untuk mencapai tempat ini, kita harus menyewa sebuah perahu dari Dermaga Ciseureuh dan menempuh perjalanan kurang lebih 30-45 menit dengan jarak sekitar 3 km. Tiket perahu ini bisa didapat di loket pembelian tiket dengan kisaran biaya sekitar Rp. 200.000, dengan maksimal 5 orang penumpang.

Baca juga: Tari Ronggeng Pangandaran, Kesenian yang Lahir dari Sebuah Misi Balas Dendam

Sejauh mata memandang perjalanan di tempat ini, kita akan dimanjakan oleh landscape indahnya hijau warna air sungai. Ditambah, pada mulut gua terdapat air terjun Palatar yang semakin membuat suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan di antaranya lompat dari tebing, berenang atau body rafting.

Untuk body rafting, biasanya ada dua pemandu yang mendampingi petualangan ini. Durasi setiap aktivitas body rafting sekitar 3-4 jam. Petualangan akan dimulai dari hulu Sungai Cijulang untuk kemudian menempuh jarak pengarungan sejauh 5 km dengan suguhan keindahan Green Canyon Pangandaran. (EK)

Editor: Putri
    Bagikan  

Berita Terkait