Pasca Ricuh, Wali Kota Banjar Akhirnya Temui Ratusan Massa Aksi di Pendopo

News —Sabtu, 17 Jul 2021 00:17
    Bagikan  
Pasca Ricuh, Wali Kota Banjar Akhirnya Temui Ratusan Massa Aksi di Pendopo
Pasca Ricuh, Wali Kota Banjar Akhirnya Temui Ratusan Massa Aksi di Pendopo (foto: Yuhendi)

BANJAR, DEPOSTPANGANDARAN

Pasca terjadinya kericuhan antara ratusan massa dengan aparat keamanan yang berjaga di depan Kantor Setda Kota Banjar, Jawa Barat lantaran tidak adanya tanggapan dari orang nomor satu di Kota Banjar, sehingga ratusan massa bergeser tempat ke Pendopo Wali Kota Banjar.

Ratusan massa dari Aliansi Muslim Kota Banjar (Almuktamar), Keluarga Besar Pedagang Kota Banjar (KBPKB), bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berunjuk rasa untuk meminta keadilan dimasa PPKM Darurat yang sedang diberlakukan.

Korlap Aksi Aan Alamsyah mengaku, bahwa pihaknya hanya ingin berdiskusi secara langsung dengan Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih, namun tak kunjung mendapat tanggapan saat menggelar aksi di Kantor Wali Kota Banjar.

"Di Kantor Setda Kota Banjar aspirasi kami tak kunjung ditanggapi, malah tadi suasana sempat memanas antara massa dengan aparat keamanan, dari pada kami bentrok akhirnya memilih geser tempat ke Pendopo Wali Kota Banjar," ujarnya kepada sejumlah wartawan di Pendopo Wali Kota Banjar, Jumat (16/07/2021).

Baca juga: Ratusan Massa di Kota Banjar Unjuk Rasa Tolak PPKM Darurat Berujung Ricuh

Baca juga: Jonathan Bauman Pemain Argentina Keempat di Persib

Setibanya di Pendopo, ratusan massa aksi kembali menyuarakan tuntutan mereka agar Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih menemui massa dan menyampaikan secara langsung terkait aturan PPKM Darurat. Tak lama kemudian Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih bersama Forkopimda keluar Pendopo untuk menemui massa.

Setelah berdiskusi dengan Wali Kota, kata Aan, bahwa beberapa tuntutan dari massa diterima oleh Wali Kota Ade Uu Sukaesih dan memberikan keringanan bagi para pedagang.

"Untuk para pedagang yang masuk kategori non essential diperbolehkan kembali buka dengan syarat tidak menimbulkan kerumunan dan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Terkait waktu, sambung Aan, itu nanti adalah Keluarga Besar Pedagang Pasar Banjar (KBPPB) yang mengurus bagaimana teknisnya yang terpenting tetap sesuai aturan yang berlaku.

"Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun dan Taman Kota boleh berjualan asalkan take away tidak makan di tempat," sebutnya.

Baca juga: Link Streaming Drama Korea Penthouse 3 Episode 7 Sub Indo, Kutukan Sadis untuk Joo Dan Tae

Baca juga: Drama Korea Voice 4 Episode 9 Sub Indo, Perangkap Maut Sircus Man

Sementara itu, Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih bersama Forkopimda meminta massa aksi untuk segera membubarkan diri dan mencari solusi dengan jalur mediasi.

"Saya minta massa bubar jangan berkerumun terlebih sekarang Kota Banjar masuk zona hitam. Berikan yang terbaik untuk negara dan khususnya kota Banjar," ucapnya tegas.

Setelah mendapatkan jawaban dari orang nomor satu di Kota Banjar, Ratusan massa aksi pun langsung membubarkan diri meninggalkan Pendopo Kota Banjar. (Yuhendi)

Baca juga: Korean Drama The Penthouse 3 Episode 7 English Sub, Curse for Joo Dan Tae

Baca juga: Buntut Acara Hajatan Warga Desa Cibenda, Camat Parigi Diperiksa Polisi

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait