Hukuman Paling Sadis Pada Jaman Purba

Hiburan —Selasa, 18 May 2021 11:23
    Bagikan  
Hukuman Paling Sadis Pada Jaman Purba
Hukuman Paling Sadis Pada Jaman Purba/original

PANGANDARAN,DEPOSTPANGANDARAN

Sejak dulu hukuman mati sudah diterapkan di berbagai negara bagi siapa saja yang telah terbukti melakukan tindak kriminal berat, misalnya pembunuhan berantai atau berencana. Bahkan sampai saat ini banyak negara yang masih mempraktikkan hukuman ini bagi pelaku kejahatan berat.

Biasanya metode hukuman mati yang umum dilaksanakan oleh banyak negara adalah hukuman pancung (penggal), tembak mati, kursi listrik, hukuman gantung, hingga hukuman mati dengan suntikan obat medis.

Namun tahukah kamu jika di zaman dulu hukuman mati pernah dilakukan secara sadis dan mengerikan? Ya, beberapa jenis atau metode hukuman mati di bawah ini dinilai sangat sadis dan mengerikan, sehingga tidak lagi diterapkan di zaman modern ini. Apa saja?

1.   Hukuman mati dengan cara menguliti pelaku hidup-hidup

Metode hukuman mati ini dinamakan flaying, yakni menguliti manusia hidup-hidup. Sebetulnya metode ini dilakukan bukan hanya untuk hukuman mati, namun juga digunakan untuk tujuan lain yang tak kalah kejamnya, seperti menghilangkan jati diri seseorang.

Dengan maraknya kepercayaan akan takhayul yang menyebar di berbagai negara Eropa pada abad pertengahan, membuat hukuman mati jenis ini menjadi salah satu pilihan metode untuk menghukum mati pelaku kejahatan yang dipercaya sebagai vampir atau manusia serigala.

Baca juga: BLT Kapan Cair? Cek Pencairan BST dan Dana Desa Bulan Mei 2021, Berikut Ini

Tak terbayang bagaimana sakitnya dikuliti hidup-hidup. Pada awalnya kulit bagian dada akan di sayat dengan pisau, dan pelan-pelan bagian kulit lainnya juga akan dilepaskan dari daging. Hukuman ini dilakukan tanpa obat bius dan pelaku kejahatan tetap dibiarkan hidup dan meronta kesakitan.

2.hukum mati dengan cara di gergaji

Hukuman mati ini juga tak kalah sadisnya. Metodenya sangat menyakitkan, di mana pelaku kejahatan yang terbukti melakukan kejahatan berat akan digantung dengan posisi terbalik.

Tak cukup sampai di situ, algojo akan menggergaji tubuh pelaku tadi, dimulai dari dubur hingga ke bagian leher. Sekadar informasi, karena posisi kepala berada di bawah, maka aliran darah akan deras mengalir ke otak, sehingga pada saat proses hukuman terjadi, pelaku kejahatan tersebut masih dalam kondisi sadar.

Tidak bisa dibayangkan bagaimana pelaku menahan sakit yang teramat sangat. Hukuman ini juga diberlakukan di Eropa pada abad pertengahan silam, dan hasilnya dapat menekan angka kriminalitas hampir seratus persen.

3.skafisme

Skafisme adalah salah satu metode hukuman yang disebut paling buruk dan paling menyakitkan, digunakan oleh orang Persia zaman dulu. Terdakwa yang dihukuman dengan cara ini akan diikat di perahu atau batang pohon yang dilubangi, untuk kemudian dicekoki susu dan madu yang menyebabkan diare yang parah. Susu dan madu yang cukup banyak juga dioleskan di perahu yang dilarungkan ke perairan yang tenang di bawah sinar matahari. Dengan begitu,

akan menarik banyak serangga karena aroma yang bercampur antara manis dan bau busuk dari kotoran manusia. Orang itu akan mati perlahan karena dehidrasi dan luka gigitan atau sengatan para serangga.

Baca juga: 5 Hukuman Pelik Zaman Purba


4.penyiksaan putih

Hukuman ini akan memberikan penyiksaan secara psikologi. Penyiksaan putih ini adalah jenis perusak sensorik di mana sel tahanan, pakaian, dan bahkan makanan seluruhnya berwarna putih. Penjaganya juga menggunakan pakaian seraba putih. Lampu menyala 24 jam sehari dan tidak ada kata-kata yang terucap. Tidak ada warna lain yang terlihat. Hukuman ini terjadi dalam kasus Amir Fakhravar, yang ditangkap d negara asalnya Iran dan menjadi sasaran penyiksaan putih selama sekitar 8 bulan pada 2004. Kerusakan psikologi ini tidal lebih parah menyiksanya. Fakhravar ketika dibebaskan bukan lagi orang normal. Ia tidak bisa lagi mengingat bahkan wajah orang tuanya.

5.penarikan dan di potong

Hukuman drawing and quarteting ini adalah salah satu metode hukuman yang paling kejam dan tidak biasa, yang paling terkenal. Terdakwa ditarik, diikat ke kuda, dan diseret ketiang gantungan. Ada juga yang mengikatnya menjadi 4 bagian, kemudian dikaitkan ke kuda yang akan diminta berlari dengana arah berlawanan, yang akan membuat tubuhnya terbelah menjadi 4 bagian. Hukuman ini pertama kali dilakukan di Inggris pada abad ke-13, untuk mereka yang bersalah karena pengkhianatan. Pada 1867, metode hukuman ini dihapuskan.

Editor: Ardi
    Bagikan  

Berita Terkait