Sebagai Bentuk Keprihatinan Kepada Palestina, Iwan Fals Merilis Lagu ‘Palestina’

Pendidikan —Senin, 17 May 2021 10:41
    Bagikan  
Sebagai Bentuk Keprihatinan Kepada Palestina, Iwan Fals Merilis Lagu ‘Palestina’
Iwan Fals pun ikut menyoroti serangan militer Israel kepada Plestina di Gaza, lewat sebuah lagu yang berjudul 'Palestina'. (Foto: Pinterest)

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Gencarnya serangan yang dilakukan Israel terhadap Palestina beberapa waktu kebelakang, tak ayal menjadi sorotan orang di berbagai penjuru dunia. Banyak orang yang akhirnya bersuara keras mengenai serangan yang menelan banyak korban itu.

Tak terkecuali di Indonesia, banyak orang dari berbagai latar belakang yang kemudian bereaksi terhadap keadaan ini. Itu pula yang dilakukan oleh musisi senior Iwan Fals, Ia pun ikut menyoroti serangan militer Israel kepada Plestina di Gaza lewat sebuah lagu yang berjudul 'Palestina'. Lagu tersebut pun diunggah di akun Youtube resminya pada Jumat (14/5).

Iwan mengatakan lagu ini sebenarnya sudah tercipta sekitar enam tahun lalu. Namun, kini rupanya perlu dinyanyikan lagi menyusul masifnya serangan militer terbaru Israel di Gaza pada sepekan terakhir.

Iwan mengaku sengaja menyanyikan kembali lagu tersebut karena sedih dan marah dengan serangan militer terbaru Israel kepada Palestina.

"Iya berduka, tapi rasanya sudah bosan ya kita berduka. Saya sudah mau marah, ini di atas marah, mau sedih, ini pun juga sudah di atas sedih," ucapnya usai menyanyikan lagu Palestina.

Baca juga: 4 Orang Terseret Ombak di Pantai Sentolo Garut Jawa Barat, 1 Orang Masih Belum Ditemukan

Menurutnya, perang antara Israel dan Palestina terjadi karena pengaruh nafsu, amarah, dan dendam. Namun, perang ini tidak akan pernah selesai jika terus mengikuti nafsu, amarah, dan dendam tersebut.

Lebih lanjut, Iwan memberi masukan seharusnya nafsu, amarah, dan dendam ini akan lebih bijak jika disalurkan melalui hal-hal yang lebih positif, misalnya berkompetisi di Olimpiade, khususnya di bidang-bidang olahraga. Dengan begitu, tidak ada nyawa yang melayang.

Di sisi lain, Ia mewanti-wanti dampak perang sejatinya juga mengintai di dekat Indonesia, yaitu melalui konflik Laut China Selatan.

"Sekarang isu terakhir, kita pun terancam perang di Laut China Selatan, entah karena stress, karena covid tidak selesai-selesai, sehingga ini mencetuskan, meluapkan, tapi ada juga yang bilang perang sekarang bukan dar der dor, bang, tapi perangnya di cuci otak, di media massa, dan segala macam," tuturnya.

Iwan mengatakan seluruh pandangannya ini sengaja diberikan agar bisa memberi masukan kepada para pemimpin dalam memimpin negaranya.

Baca juga: Ini Cara Kembalikan Semangat Kerja Setelah Libur Lebaran

Serangan udara Israel di Gaza ini terjadi sejak Senin (10/5). Secara total, serangan itu telah menewaskan 145 orang termasuk 41 anak-anak dan melukai 1.100 orang lainnya. Korban tewas di Palestina akibat gempuran Israel terus bertambah hingga Kini.

Sampai hari ini, Senin (17/5/2021), korban tewas bertambah menjadi 192 korban, 58 di antaranya merupakan anak-anak dan 34 di antaranya merupakan perempuan. Korban terbaru, 42 warga Palestina menjadi korban gempuran udara Israel yang dilancarkan kemarin. (EK)

Editor: Ardi
    Bagikan  

Berita Terkait