Kenapa Air Laut Asin

Opini —Senin, 17 May 2021 15:26
    Bagikan  
Kenapa Air Laut Asin
Kenapa Air Laut Asin

PANGANDARAN,DEPOSTPANGANDARAN

Laut tak hanya menyimpan keindahan dan misteri, tetapi juga menyajikan pertanyaan ilmiah seperti mengapa air laut asin dan air di daratan tidak. Sekilas, pertanyaan ini nampak tidak begitu signifikan terlebih bagi Anda yang tidak mendalami ilmu kelautan. Orang-orang biasanya menerima begitu saja fakta bahwa air laut pada dasarnya memang terasa asin.

Namun, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui mengapa air laut asin. Air laut adalah air yang menyusun samudra dan menutupi lebih dari 70% bagian permukaan bumi. Air laut adalah campuran kompleks dari 96,5% air, 2,5% garam, dan sejumlah kecil zat lain, termasuk bahan anorganik dan organik terlarut, partikulat, dan beberapa gas atmosfer, mengutip dari britannica.com.

Air laut merupakan sumber yang kaya dari berbagai unsur kimia yang penting secara komersial. Sebagian besar magnesium dunia diambil dari air laut, begitu pula brom dalam jumlah besar. Di belahan dunia tertentu, natrium klorida (garam meja) masih diperoleh dengan menguapkan air laut.

Selain itu, air dari laut jika dibersihkan kadar garamnya, dapat digunakan sebagai persediaan air minum yang tak terbatas. Banyak pabrik desalinasi besar telah dibangun di daerah kering di sepanjang pantai di Timur Tengah dan di tempat lain untuk mengatasi kekurangan air bersih.

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut dan lengkap mengenai mengapa air laut asin dan bagaimana proses pembaurannya sehingga menghasilkan jenis air laut yang kita kenal selama ini.

Baca juga: Sebuah Upaya Pembunuhan Pernah Terjadi Pada Bung Karno Saat Sedang Sholat Ied

Kenapa air laut asin? Penyebab adanya garam di laut atau salinitas (konsentrasi garam dalam air laut) terutama karena hujan yang mencuci ion mineral dari daratan ke dalam air. Berikut ini penjelasannya

Dua pertiga permukaan Bumi tertutup air. Sekitar 97 persen dari air tersebut adalah air laut asin. Hanya 3 persen dari air planet Bumi yang tawar. Tetapi 2 persennya beku dalam bentuk lapisan es, gletser, dan tanah. Sehingga air tawar di Bumi kurang dari 1 persen. Air tawar ini berperan besar
Mengutip Natural History Museum, karbon dioksida di udara larut ke dalam air hujan membuatnya agak asam. Saat hujan turun yang bersifat asam ini mengikis bebatuan lalu melepaskan garam mineral yang terpisah menjadi ion.

Ion-ion tersebut terbawa air limpasan ke sungai dan akhirnya mencapai lautan. Sodium dan klorida, unsur utama dari jenis garam yang digunakan dalam memasak, membentuk lebih dari 90 persen dari semua ion yang berada dalam air laut. Sekitar 3,5 persen dari berat air laut berasal dari garam terlarut. Sejumlah ion mineral digunakan oleh hewan dan tumbuhan laut dan mengeluarkannya dari air.

Mineral yang tersisa telah menumpuk dalam konsentrasi jutaan tahun. Sumber garam lain di laut adalah cairan hidrotermal, yang berasal dari ventilasi di dasar laut. Sejumlah garam laut berasal dari letusan gunung berapi bawah laut yang secara langsung melepaskan mineral ke laut.

Air laut merembes ke retakan di dasar laut. Air tersebut kemudian dipanaskan oleh magma yang berasal dari inti bumi. Panas tersebut memunculkan beberapa reaksi kimia. 

Baca juga: Rumah Ketua MUI Desa Margacinta Dibobol Maling, Satu Tablet PC dan Tiga HP Raib

Air akan melepaskan oksigen, magnesium, sulfat dan beberapa zat besi. Reaksi ini kemudian menambah kandungan garam pada air laut. 

Klorida dan sodium merupakan ion yang paling banyak ditemukan di air laut. Hampir 85% kandungan air laut berupa sodium dan klorida. 10% air laut mengandung magnesium dan asam sulfat sedangkan sisanya adalah ion lainnya. 

Jadi yang menyebabkan mengapa air laut asin sama sekali bukan urine ikan, ya. Mineral dari bebatuan dan reaksi kimia menjadi penyebab utama air laut asin. 

Editor: Ardi
    Bagikan  

Berita Terkait