Kurangi Risiko Dampak Tsunami, Perairan Laut Selatan Pulau Jawa Dipasang Ina Buoy

News —Rabu, 29 Sep 2021 23:10
    Bagikan  
Kurangi Risiko Dampak Tsunami, Perairan Laut Selatan Pulau Jawa Dipasang Ina Buoy
Kurangi Risiko Dampak Tsunami, Perairan Laut Selatan Pulau Jawa Dipasang Ina Buoy/Ist

PANGANDARAN,POSTPANGANDARAN

Perairan laut selatan pulau Jawa telah dipasang alat pendeteksi tsunami Ina Buoy. Alat deteksi tsunami tersebut bernama Ina Buoy yang dipasang diantara perbatasan laut Pangandaran dengan Cilacap.

Ina Buoy merupakan peralatan canggih pendeteksi dini tsunami hasil pengembangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Fungsi dari Ina Buoy untuk mengurangi risiko dampak tsunami terhadap masyarakat yang berada di pesisir pantai.

"Sosialisasi pemasangan Ina Buoy telah dilaksanakan Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran," kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Pangandaran Dedi Surachman, Rabu 29 September 2021.

Pada sosialisasi tersebut, lanjut Dedi, yang dilibatkan dari unsur Maritim TNI Angkatan Laut dan Satpolair, BMKG, BPBD, Kementerian Perhubungan, KKP, Poktek KP dan HNSI.

"Pada sosialisasi tersebut, BRIN menjelaskan fungsi dan kegunaan alat deteksi dini tsunami Ina Buoy," jelasnya.

Ditempat yang sama, Yus Budiono Leader Tim Literasi Tsunami dari BRIN mengatakan, alat deteksi dini tsunami Ina Buoy sudah terpasang di laut bagian selatan pulau Jawa mulai dari Bali, Malang Selatan, Cilacap Selatan dan Selat Sunda.

"Secara perhitungan sudah bisa mengcover seluruh wilayah laut selatan pulau Jawa," katanya.

Baca juga: Pria Warga Desa Sindangwangi yang Dikabarkan Hilang Akhirnya Ditemukan

Baca juga: Cegah Thalasemia, Begini Langkah Cepat Dinas Kesehatan Provinsi Jabar

Ditambahkan Yus, untuk satu Ina Buoy bisa menjangkau sekitar 200 kilometer. Jika In Buoy di laut Malang sama Cilacap tidak akan overlap atau tumpang tindih. Sementara untuk wilayah Jawa Barat bisa tercover oleh Ina Buoy yang terpasang di laut Cilacap dan di laut Selat Sunda.

"Pemasangan alat tersebut sudah didesain dan dipasang di tengah laut sehingga aman dari aktivitas nelayan," ucapnya.

Yus berharap ketika nelayan melihat atau menemukan alat tersebut di tengah laut untuk menjaga dan melindunginya.

Perbedaan Early Warning System (EWS) dengan Ina Buoy. Kalau EWS alat untuk peringatan bencana apa saja yang broadcastnya melalui sms, website atau sirine, kalau alat Ina Buoy khusus untuk deteksi dini tsunami.

"Ina Buoy bisa mengumpulkan data yang dikirimkan ke darat melalui perhitungan dan masuk ke EWS. Untuk proses penghitungan data itu tidak sampai sekitar 2 menit," terangnya.

Pengalaman saat melakukan riset di Cimulu dan Banten, kata dia, dalam waktu 15 menit warga sudah sampai di tempat aman atau tempat evakuasi. Ina Buoy bisa mendeteksi ketika terjadi gempa berkekuatan 6,5 skala richter.

"Ina Buoy merupakan barang milik negara dan dilindungi oleh Undang-Undang. Dan setiap orang yang merusak, memindahkan atau melakukan kegiatan yang mengganggu fungsi sarana dan prasarana akan dikenakan sanksi," ancamnya. (Deni)

Baca juga: Harga Telur di Kota Banjar Anjlok, Peternak Ayam Petelur Merugi

Baca juga: Karang Potong Ocean View Cianjur, Lokasi Harga Tiket dan Fasilitas Lengkap

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait