Duh! Pembayaran Hak Pegawai di Pangandaran Tertunda. Begini Penjelasan Hendar Suhendar

News —Rabu, 25 Aug 2021 23:35
    Bagikan  
Duh! Pembayaran Hak Pegawai di Pangandaran Tertunda. Begini Penjelasan Hendar Suhendar
Duh! Pembayaran Hak Pegawai di Pangandaran Tertunda. Begini Penjelasan Hendar Suhendar/Dok

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga berdampak pada ditundanya pembayaran hak pegawai di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Penundaan pembayaran hak pegawai oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran tersebut di antaranya penghasilan tetap perangkat desa dan pembayaran honorer disejumlah instansi.

Bahkan untuk pembayaran alokasi dana desa pun banyak tertunda lantaran alokasi anggaran fokus untuk penanganan wabah virus corona.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Pangandaran Hendar Suhendar mengatakan, kondisi keuangan daerah saat ini tidak stabil.

"Keuangan Daerah sebagian besar digunakan untuk penanganan Corona," ujar Hendar.

Hendar mengatakan, sejak diberlakukan PPKM, kondisi Pariwisata di Pangandaran tidak bisa memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kalau aktivitas pariwisata Pangandaran lumpuh, maka keuangan daerah terkena imbasnya," katanya.

Baca juga: Turun Level, Kota Banjar Gelar Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SD dan SMP

Baca juga: Pulau Gili Layar, Sepotong Surga di Lombok dengan Sejuta Keindahan

Menurut dia, selama ini APBD Pangandaran ditunjang oleh kontribusi aktivitas kepariwisataan.

"Aktivitas wisata hampir satu bulan lumpuh, konsekuensinya keuangan daerah lesu," jelasnya.

Kata dia, lumpuhnya aktivitas wisata tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum atau pelaku usaha wisata saja, namun Pemerintah Kabupaten terdampak juga.

"Bulan kemarin kami hanya membukukan pendapatan pajak hotel dan restoran sebesar Rp200 ribu yang biasanya miliaran rupiah," ungkap Hendar.

Namun, sambung dia, ketika hotel dan restoran di Pangandaran tutup, maka secara otomatis pajak pun tidak ada yang masuk.

"Hotel dan restoran di Pangandaran mayoritas berada di dalam kawasan wisata," paparnya.

Dia berharap kondisi pandemi Corona yang menjadi lantaran diberlakukannya PPKM di Kabupaten Pangandaran segera selesai.

"Masyarakat sudah jenuh, pegawai juga sudah capek mengatur penanganan Corona, " tandasnya. (Deni)

Baca juga: Sianida Series Kisah Kopi Pembawa Maut, Siapa Mau Kopi Sianida?

Baca juga: Kisah Menyeramkan Memedi Usus yang Muncul Menjelang Magrib Mengincar Anak-anak

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait