Tekuni Budidaya Madu Teuweul Lebah Trigona, KTH Banyu Metu Hasilkan Rp 150 Juta/bulan

News —Sabtu, 21 Aug 2021 20:02
    Bagikan  
Tekuni Budidaya Madu Teuweul Lebah Trigona, KTH Banyu Metu Hasilkan Rp 150 Juta/bulan
Tekuni Budidaya Madu Teuweul Lebah Trigona, KTH Banyu Metu Hasilkan Rp 150 Juta/bulan/Iqbal

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Kelompok Tani Hutan (KTH) Banyu Metu di Dusun Babakanjaya, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat menekuni budidaya madu teuweul lebah Trigona.

Dari pantauan, Kelompok Tani Hutan yang menekuni budidaya madu teuweul lebah Trigona itu sejak tahun 2019 dengan lahan seadanya dan berbagai kendala dalam segi kegagalan dialaminya.

Namun berkat kebersamaan dan kegigihan kelompok membuahkan hasil dengan berjalannya waktu yang kini sudah memiliki 1000 sarang atau rumah lebah teuweul (Trigona) di lahan seluas 1 hektare lebih.

Konon katanya, Madu Teuweul Lebah Trigona diyakini sebagian warga bisa mempercepat proses penyembuhan corona. Sehingga Madu Teuweul yang ada di Desa Kedungwuluh menjadi buruan sejumlah orang terutama yang terpapar virus corona.

Ketua KTN Banyu Metu Supardi mengatakan, membudidaya madu teuweul lebah trigona tidak begitu sulit dalam perawatannya. Hanya saja butuh keuletan dan tidak mudah putus asa.

"Sebelumnya juga saya sering mengalami, namun saya bersama anggota kelompok lainnya tidak mudah menyerah," ujarnya saat ditemui DEPOSTPANGANDARAN dilokasi lahan budidaya lebah teuweul atau Trigona, Sabtu 21 Agustus 2021.

Baca juga: Drama Korea The Devil Judge Episode 15 Sub Indo, Masa Lalu yang Terpendam

Baca juga: Link Streaming Drama Korea Nevertheless Episode 10 End Sub Indo 19+, Cinta yang Mendebarkan

Supardi mengaku, pada awal-awal membudidaya madu teuweul lebah trigona selalu dihantui dengan rasa takut gagal, seperti diserang predator atau pun hama lainnya yang akan menghambat.

"Namun, dengan modal nekat alhamdulilah bisa seperti sekarang ini, dan tentunya ini buah dari keuletan dan kesabaran kita selama ini," katanya.

Kata dia, untuk sekali panen yang dilakukan setiap satu bulan sekali, bisa menghasilkan 1/2 kilo gram dari satu sarang atau per stup dengan harga madu teuweul lebah trigona Rp 300 ribu.

"Ya kalau di rata-rata dalam sekali panen bisa menghasilkan uang Rp 150 juta, itu pun tidak dari semua sarang yang berjumlah 1000 sarang. Yang dipanen itu dari sarang lebah usianya sudah tua dan bisa menghasilkan madu dengan baik," ungkap Supardi.

Di masa pandemi, Supardi menyebutkan, permintaan madu teuwel lebah trigona meningkat sekitar 200 sampai 300 persen. Namun, tingginya permintaan konsumen belum bisa terpenuhi lantaran barangnya tidak ada.

"Konon katanya madu teuweul bisa menyembuhkan orang yang terpapar virus corona, jadi peminatnya tinggi, tapi belum bisa kami penuhi permintaan konsumen," tuturnya.

Baca juga: Korean Drama Nevertheless Episode 10 English Sub 19+, even though I know this feeling is still for him

Baca juga: Drama Korea Nevertheless Episode 10 Sub Indo 19+, meski Aku Tahu Perasaan Ini Masih untuknya

Dalam perawatan budidaya madu teuweul lebah trigona, sambung dia, tidak begitu sulit termasuk untuk pakan lebah pun tinggal disediakan bunga-bunga di area sarang tersebut.

"Lebah teuweul ini jarang terjadi imigrasi atau kabur, berbeda dengan lebah yang lainnya. Dan lebah yang satu ini tidak mengganggu terhadap manusia dan tidak menyengat. Bahkan lebah teuweul atau trigona ini cenderung lebih kuat meskipun di sekelilingnya ada asap atau suara keramaian atau kegaduhan manusia," bebernya.

Dalam satu koloni atau satu sarang, jelas Supardi, kita hanya menyediakan tiga jenis tanaman yaitu Nektar, Polen, Resin (NPR). Selain pakan atau bunga yang kita sediakan, lebah tersebut bisa mencari makanan di luar.

"Saat ini lebah yang saya budidaya ada dua jenis yakni spesies biroi dan itama," katanya.

Supardi menyampaikan, saat ini pihaknya hanya melayani permintaan yang dekat seperti daerah Kabupaten Pangandaran, Ciamis dan juga Tasikmalaya.

"Saat ini belum bisa memenuhi permintaan dari luar kota, mungkin kedepan kalau kuotanya sudah bertambah mungkin bisa memenuhi permintaan dari luar kota," pungkasnya. (Iqbal)

Baca juga: Ikatan Cinta Malam Ini, Disaat Elsa Sadar Nino Malah Berubah jadi Jahat

Baca juga: Aduh! Penyaluran BPNT di Kota Banjar Malah Melanggar Protokol Kesehatan

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait