Ditinggal Suami Ronda, Istri di Pangandaran Asyik Selingkuh dengan PIL

News —Senin, 9 Aug 2021 22:31
    Bagikan  
Ditinggal Suami Ronda, Istri di Pangandaran Asyik Selingkuh dengan PIL
Ditinggal Suami Ronda, Istri di Pangandaran Asyik Selingkuh dengan PIL/Ilustrasi

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Seorang pria berinisial S yang merupakan perangkat di salah satu desa di wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat masuk kedalam rumah seorang perempuan berinisial D yang diketahui sebagai anggota BPD di desa yang sama.

Berdasarkan informasi yang diterima, anggota BPD berinisial D itu memasukan Pria Idaman Lain (PIL) saat suaminya sedang ronda malam.

Apesnya, ketika si PIL berada di rumah D, suaminya D tiba-tiba pulang kerumahnya untuk mengambil sesuatu untuk kebutuhan saat ronda malam.

Kepala Desa setempat, membenarkan adanya dugaan perselingkuhan antara perangkat desa berinisial S dengan anggota BPD berinisial D.

“Dugaan perselingkuhan mereka diketahui, bermula pada malam Kamis lalu perangkat S masuk kerumah D pada saat suami D sedang pergi ronda malam,” terang Kades saat dihubungi DEPOSTPANGANDARAN, Senin (09/08/2021).

Baca juga: Pelaku Usaha Wisata Didorong untuk Vaksinasi, Bupati Jeje : Imun Mereka Bisa Kuat

Baca juga: Prank Jenny Masterchef di Detik-detik Tereliminasi yang Sadis, Netizen: Kamu Tego Mas!

Kata Kades, saat perangkat desa S berada di dalam rumah anggota BPD itu sampai dengan pukul 23.00 WIB dengan alasan mau mengambil jahitan punya istrinya. Tiba-tiba suami D pulang kerumah untuk mengambil keperluan untuk memasak di pos ronda.

“Saat suami D sampai di rumah, dia (suami,red) kaget karena dirumahnya ada perangkat Desa S bersama istrinya (D). Kemudian terjadilah pertengkaran pasangan suami istri itu,” jelasnya.

Namun, ketika pertengkaran suami istri itu berlangsung, warga yang sedang meronda pun mendengar ada keributan dan langsung mendatangi sumber keributan yang tak lain rumah D.

"Pada malam itu, di rumah D ada ketua RT/RW setempat dan kedua belah pihak saling memaafkan. Namun, saat ini ada tuntutan dari masyarakat supaya perangkat Desa itu diberhentikan atau keluar dari Desa,” beber Kades.

Menyikapi kejadian tersebut, Kades pun langsung melakukan konsultasi dengan pihak Kecamatan Kalipucang.

"Masalah ini akan kami konsultasikan dengan pihak kecamatan,” tandasnya. (Iqbal)

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus, Polres Ciamis Kembali Menggelar Vaksinasi Massal

Baca juga: Resep Makanan, Cara membuat Semar Mendem Kue Tradisional Khas Solo yang Membuat Hati Kesemsem

Editor: Riyan
								
    Bagikan  

Berita Terkait