Diduga Terlambat Pasokan, Beberapa Kebutuhan pokok di Pangandaran Alami Kenaikan Harga

News —Jumat, 30 Jul 2021 00:42
    Bagikan  
Diduga Terlambat Pasokan, Beberapa Kebutuhan pokok di Pangandaran Alami Kenaikan Harga
Diduga Terlambat Pasokan, Beberapa Kebutuhan pokok di Pangandaran Alami Kenaikan Harga (foto: ist)

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Dinas Perdagangan Dan Koperasi UMKM Pangandaran melakukan inventarisasi harga kebutuhan masyarakat di tiga lokasi pasar tradisional.

Kepala Dinas Perdagangan Dan Koperasi UMKM Pangandaran Tedi Garnida mengatakan, hasil inventarisasi harga yang dilakukan ditemukan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga.

"Kami lakukan survei di tiga lokasi pasar tradisional di antaranya, pasar tradisional Parigi, pasar tradisional Pananjung dan pasar tradisional Kalipucang," ujarnya kepada DEPOSTPANGANDARAN, Kamis (29/07/2021).

Kata dia, untuk harga kebutuhan masyarakat di pasar tradisional Parigi yang mengalami kenaikan bawang putih dan telur ayam BR.

"Pada minggu lalu harga bawang putih di pasar tradisional Parigi Rp25.000 sedangkan minggu ini Rp28.000, Sedangkan telur ayam BR pada minggu lalu Rp25.000 dan mingu ini naik harga menjadi Rp26.000," terangnya.

Baca juga: Sesuai Rujukan Permendagri Nomor 17 Tahun 2018, RSUD Pandega Pangandaran Akan Jadi BLUD

Baca juga: Supaya Tidak Merugi, Petani di Pangandaran Lakukan Panen Padi Serentak

Tedi menyebutkan, untuk kondisi harga di pasar tradisional Pananjung yang mengalami kenaikan harga di antaranya, bawang merah, bawang putih dan telur ayam BR.

"Harga bawang merah minggu lalu Rp35.000 dan minggu ini Rp40.000, sedangkan harga bawang putih minggu lalu 25.000 minggu ini menjadi Rp30.000 sementara harga telur ayam BR minggu lalu Rp24.500 minggu ini Rp25.000," tuturnya.

Selain itu, sambung dia, di pasar tradisional Kalipucang, juga ada kenaikan harga pada cabe merah dan cabe keriting.
Minggu lalu harga cabe merah Rp 60.000 sedangkan minggu ini Rp70.000.

"Harga cabe keriting minggu lalu Rp15.000 sedangkan minggu ini Rp40.000," beber Tedi.

Tedi menjelaskan, perubahan kenaikan harga paling rendeh adalah telur ayam BR di pasar Pananjung, sedangkan perubahan kenaikan harga paling tinggi adalah cabe keriting di pasar Kalipucang.

Baca juga: Inilah 8 Jenis Komoditas Air Payau yang di Budidaya Warga Pangandaran

Baca juga: Hospital Playlist 2 Special Episode Special Hard Trick Sub Indo

"Untuk perubahan penurunan harga paling rendah adalah daging ayam BR di pasar Pananjung dan penurunan harga paling tinggi adalah cabe rawit di pasar Pananjung," tambahnya..

Tedi mengungkapkan, bahwa komoditi yang mengalami kenaikan diakibatkan kurang lancarnya sarana transportasi barang sebegai dampak pandemi wabah Covid-19 sehingga terjadi keterlambatan pasokan.

"Namun untuk komoditi yang lainnya baik sektor hasil pertanian, perkeburan, perikanan, peternakan, industri maupun bahan bangunan relatif cukup stabil," tandasnya. (Deni)

Baca juga: Bikin Merinding, Cerita Hantu Jurig Jarian, Hantu asal Pasundan yang Paling Menyeramkan

Baca juga: Seorang Pelajar di Pangandaran Dilarikan ke Puskesmas Usai Mengikuti Vaksin

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait