Antisipasi Lonjakan Pasien, RSUD Pandega Akan Menambah Kapasitas Mesin Oksigen Generator

News —Kamis, 29 Jul 2021 11:25
    Bagikan  
Antisipasi Lonjakan Pasien, RSUD Pandega Akan Menambah Kapasitas Mesin Oksigen Generator
Antisipasi Lonjakan Pasien, RSUD Pandega Akan Menambah Kapasitas Mesin Oksigen Generator (foto: dok)

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran akan melakukan penambahan kapasitas mesin Oksigen Generator. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terjadinya lonjakan pasien corona.

Direktur RSUD Pandega Pangandaran Asep Kemal Pasha menyebutkan, bahwa ketersediaan stok oksigen saat ini masih aman hingga dua pekan kedepan. Itupun jika tidak ada lonjakan pasien corona yang sigfinikan.

"Kalau tidak ada lonjakan, insya allah stok oksigen cukup sampai 12 hari kedepan," kata Kemal.

Namun, kata dia, jika terjadi lonjakan, maka antisipasi yang harus dilakukan dengan cara sebisa mungkin mencari tambahan stok tabung oksigen.

"Kita juga sedang berupaya melaksanakan pembelian stok tabung oksigen. Selain itu juga, kita mencari akses - akses untuk suplai oksigen liquid," jelasnya.

Baca juga: Resep Apple Pie, Cara Membuat Pai Apel Rumahan ala MacDonald yang Renyah dan Gurih

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Jumat 30 Juli 2021, Pisces Cari Perhatian Cancer Ingin Dimanja

Selain itu, Kemal mengaku, pihaknya berencana akan menambah kapasitas untuk mesin oksigen generator. Dan kini sedang diorder.

"Kan sebelumnya awal pengadaan masih terbatas. Paling baru sekitar 150 lpm (liter per menit) dan kini kita mau tingkatkan menjadi 500 lpm." terang Kemal.

Menurut Kemal, antisipasi tersebut dilakukan karena kerap terkendala dengan keberadaan oksigen di lapangan yang sangat sulit dicari. Selain sulit, harganya juga berubah-rubah.

"Harganya gak sama, ditempat satu ada yang masih murah tapi kosong. Ada di tempat lain barangnya ready tapi harga sangat mahal tidak sesuai dengan HPS (harga perkiraan sendiri) kita," cetusnya.

Kemal mengimbau, semua elemen masyarakat untuk selalu menjaga prokes dan tetap patuhi peraturan yang ditentukan oleh Pemerintah.

"Jangan sampai terpapar, karena kalau sampai terpapar semua serba susah. Apalagi kalau sakitnya harus membutuhkan oksigen atau obat-obatan yang saat ini sulit didapat," imbaunya. (Deni)

Baca juga: Penyebab Lahan Jati di Pangandaran Terbakar, Pusdalops : Mungkin Ada yang Bakar Sampah Sembarangan

Baca juga: Kena Denda Rp 20 Ribu Lantaran Tidak Pakai Masker, Pengendara di Pangandaran Mengamuk

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait