Gegara Pandemi Corona Melanda, Realisasi Investasi di Kabupaten Pangandaran Merosot

News —Selasa, 27 Jul 2021 03:28
    Bagikan  
Gegara Pandemi Corona Melanda, Realisasi Investasi di Kabupaten Pangandaran Merosot
Gegara Pandemi Corona Melanda, Realisasi Investasi di Kabupaten Pangandaran Merosot (foto: ist)

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Selama Pandemi Corona, Realisasi investasi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengalami penurunan.

Kepala Bidang Pengembangan Iklim Promosi Pengendalian dan Sistem Inpormasi di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ipuy Purwati mengatakan, bahwa nilai investasi mengalami penurunan sejak tahun 2020 terlebih sejak pandemi covid-19 melanda.

"Tahun 2020 nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Pangandaran hanya Rp349.898 jika dipersentasekan realisasi hanya -26% dari target Rp305.000. Sedangkan targetnya itu sekitar 24,49% namun karena kondisi pandemi Covid-19 target tersebut tidak tercapai," ujarnya, Senin (26/07/2021).

Baca juga: Susi Pudjiastuti Kritik Menteri Luhut yang Berencana Beli Leptop Seharga Rp13 Triliun

Baca juga: Setiap Tahun Posyandu di Pangandaran Terima Alokasi dari APBD Sebesar 9 Miliar

Kata dia, begitupun pada tahun 2021, berdasarkan catatan, nilai investasi yang ditargetkan Rp390.000 baru terealisasi 38.392 atau 27,87% dari target dengan realisasi persentase -89%.

"Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sangat terasa pada angka nilai investasi yang mengalami penurunan sangat drastis. Nilai investasi di Kabupaten Pangandaran pernah mengalami hasil Rp475.010 di tahun 2019," ungkapnya.

Ipuy mengungkapkan, angka Rp 475.010 terealisasi dari target 245.000 dengan target persentase 22,50% dan realisasi persentase sebesar 131.38%.

"Pada tahun 2019 realisasi target nilai investasi dalam satu tahun terealisasi 193,88%," terangnya.

Baca juga: Rindu Sosok Ayah, Seorang Anak Yatim Menangis Saat Terima Bansos

Baca juga: Seram, Teror Hantu Moto Sak Tampah, Penghisap Gairah Hidup Manusia di Pulau Jawa

Ipuy menjelaskan, pada standar nilai investasi berdasarkan pada tingkat Kabupaten sebesar Rp0 hingga 10 miliar. Sedangkan tingkat Provinsi sebesar Rp10 miliar hingga 1 triliun dan Pemerintah Pusat dari angka 1 triliun sampai tidak terhingga.

"Kami harap pandemi Covid-19 segera berakhir agar nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Pangandaran kembali stabil," tukasnya. (Deni)

Baca juga: Drama Korea The Witch’s Diner Episode 2 Sub Indo, Kesepakatan yang Menyeramkan

Baca juga: A Recipe to Make a Thai Mango Sticky Rice

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait