Pengrajin Pandan di Pangandaran Alami Kerugian, Inilah Penyebabnya

News —Minggu, 18 Jul 2021 01:09
    Bagikan  
Pengrajin Pandan di Pangandaran Alami Kerugian, Inilah Penyebabnya
Pengrajin Pandan di Pangandaran Alami Kerugian, Inilah Penyebabnya (foto: ist)

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Para pengrajin pandan di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran mengalami kerugian yang disebabkan terjangan air laut pantai Legokjawa yang tiba-tiba pasang.

Ketua RW 03 Desa Legokjawa Supriadi mengaku, dirinya sempat melihat beberapa warganya yang sedang mengambil daun pandan di pinggir pantai yang sempat dihempas air laut.

"Saya mengira beberapa warga tersebut sedang mengambil ikan, namun ketika didekati ternyata mereka sedang mengambil daun pandan yang terbawa ombak," ujarnya.

Baca juga: Keindahan Gunung Pin Surga Tersembunyi di Tasik Timur

Baca juga: Link Streaming Drama Korea Nevertheless Episode 5 Sub Indo 19+, Cemburu dan Obsesi

DItempat terpisah, pengrajin daun pandan di Desa Legokjawa Enur Suhayati membenarkan, daun pandan terbawa ombak saat sedang dijemur di bibir pantai Legokjawa.

"Saat daun pandan dijemur, tiba-tiba datang ombak yang cukup besar sehingga daun pandan terbawa ketengah, abrasi pantai memang terjari setiap tahunnya namun tak sebesar seperti ini," katanya.

Enur mengaku, daun pandan tersebut dia dapatkan dari membeli kepada salah seoerang pemilik pohon pandan.

"Saya membeli daun pandan itu seharga Rp 700 ribu dalam satu tahun. Akibat kejadian tersebut jelas kami mengalami kerugian," keluh Enur.

Akibat kejadian tersebut, Enur menyebutkan bahwa dirinya mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 1 juta. Dan memang hamparan tanaman pandan itu merupakan sumber penghidupan warga sekitar Desa Legokjawa.

Baca juga: Drama Korea Voice 4 Episode 10 Sub Indo, Direktur Kwang Jo Versus Sircusman

Baca juga: Drama Korea Nevertheless Episode 5 Sub Indo 19+, Aroma Kerinduan yang Tak Bisa Padam

"Petani biasa memangkas daun pandan di kebun lalu mengikat dan membawanya pulang, namun bagi kami butuh proses panjang sampai produk tikar halus siap dipasarkan," tuturnya.

Adapun prosesnya, sambung dia, pertama daun pandan harus di bersihkan duri-duri tajam yang melindungi tanaman itu. Kemudian mengupas permukaan daun agar lebih halus.

"Tidak sampai disitu, kita masih harus membelah daun itu sesuai ukuran yang dinginkan menggunakan senar dan juga penjemuran sampai daun pandan kering, semoga dengan adanya abrasi tersebut kita lebih berhati-hati supaya kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya. (Deni)

Baca juga: PMII Soroti Progam Kabupaten Layak Anak (KLA) di Pangandaran, Ini Alasanya?

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Minggu 18 Juli 2021, Capricorn Berusaha Romantis, Leo Rencanakan Liburan

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait