Seorang Duda di Pangandaran Nekat Gantung Diri Saat Menjalani Jalani Isolasi Mandiri

News —Sabtu, 3 Jul 2021 16:53
    Bagikan  
Seorang Duda di Pangandaran Nekat Gantung Diri Saat Menjalani Jalani Isolasi Mandiri
Seorang Duda di Pangandaran Nekat Gantung Diri Saat Menjalani Jalani Isolasi Mandiri (foto: Iqbal)

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Seorang duda tanpa anak berinisial H warga Dusun Burujul, Desa Padaherang, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban ditemukan oleh tetangganya dalam kondisi leher terjerat tali di kusen pintu rumahnya, Sabtu (03/07/2021).

Korban nekat gantung diri diduga akibat depresi, setelah mengetahui ayahnya EM meninggal dunia akibat Covid-19 sedangkan dirinya juga tengah menjalani Isolasi Mandiri setelah dinyatakan positif covid-19 hasil dari pemeriksaan rapid test antigen.

Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat Waryati mengaku, tidak menyangka H akan berbuat senekat itu, awal mulanya warga setempat mengira H itu sedang berdiri di pintu depan rumah karena warga tidak melihat tali yang menjerat di leher korban.

"Tadi pagi saya sedang membantu menyiapkan kursi untuk warga yang akan melayat EM, saya dan warga lainnya juga sempat melihat H sedang berdiri di pintu depan, dikiraian sedang berdiri biasa taunya H sudah meninggal dunia dalam kondisi leher terjerat tali," ujarnya kepada DEPOSTPANGANDARAN, Sabtu (03/07/2021).

Baca juga: Ikatan Cinta Malam Ini, Elsa Berlutut pada Riki Agar Bisa Kembali pada Nino

Baca juga: Drama Korea The Penthouse season 3 Episode 5 Full Sub Indo, Surga yang Hilang

Menurut Waryati, pada hari kemarin korban (H) terlihat masih baik-baik saja dan bahkan korban sedang berjemur karena sedang menjalani isolasi mandiri setelah hasil rapid test antigen menyatakan H positif covid-19.

"Dia (H) memang tinggal sendirian dirumahnya lantaran sedang isolasi mandiri, memang beberapa hari yang lalu dia dijenguk bapaknya EM yang sakit, setelah di periksa ternyata bapaknya positif dan langsung di bawa ke RSUD Pandega," katanya.

Waryati menjelaskan, sebelumnya EM orang tua dari H menjalani perawatan di RSUD Pandega Pangandaran setelah diketahui terkonfirmasi positif. Namun, pada Sabtu (03/07/2021) keluarga mendapatkan kabar bahwa EM menghembuskan nafas terakhirnya sekitar 04.00 WIB.

"Mungkin H merasa depresi setelah mendengar kabar bapaknya meninggal, dan dia juga sedang menjalankan isoman, ditambah lagi korban mengalami cacat di kaki akibat kecelakaan," jelasnya.

Baca juga: PPKM Darurat Mulai Diterapkan, Satgas Covid-19 Kecamatan Kalipucang Gencar Lakukan Sosialisasi

Baca juga: Kemenangan Italia Korbankan Leonardo Spinazzola yang Cedera Parah

Sementara itu, Kapolsek Padaherang Iptu Aan Supriatna membenarkan, bahwa ada warga yang sedang isolasi mandiri nekat gantung diri.

"Korban diketahui sedang menjalani isolasi mandiri dan sendirian di rumahnya, kemungkinan setelah mendengar kabar bapaknya meninggal dunia di RSUD Pandega karena Covid-19, korban pun nekat mengambil keputusan untuk melakukan hal tersebut," ucap Aan.

Aan menduga, korban nekat melakukan gantung diri lantaran tidak kuat menanggung beban hidupnya dan merasa sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi.

"Kedua jenazah H dan EM langsung dimakamkan dengan prosedur standar protokol pemakaman jenazah covid-19," pungkasnya, (Iqbal)

Baca juga: Innalilahi, Berita Duka Rachmawati Soekarnoputri Meninggal Dunia

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Minggu 4 Juli 2021, Taurus Berharap Keajaiban, Sagitarius Tahan Godaan

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait