Meskipun Objek Wisata Pangandaran Ditutup, Wisatawan Asal Bogor Masih Bisa Booking Hotel?

News —Selasa, 29 Jun 2021 07:31
    Bagikan  
Meskipun Objek Wisata Pangandaran Ditutup, Wisatawan Asal Bogor Masih Bisa Booking Hotel?
Meskipun Objek Wisata Pangandaran Ditutup, Wisatawan Asal Bogor Masih Bisa Booking Hotel? (foto: Deni Rudini)

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Pantai Pangandaran merupakan objek wisata adalan kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pantai Pangandaran merupakan destinasi wisata yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara yang menawarkan keelokan pasir pantai hitam dan putihnya. Ombak Pangandaran yang tenang dan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler membuat pantai ini begitu menawan apalagi ketika sore hari. Maka tak heran wisatawan seakan tidak pernah bosan menghabiskan waktu liburnya. Meskipun sejak Minggu (27/06/2021) malam Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata sudah mengeluarkan Instruksi bahwa seluruh objek wisata di Kabupaten Pangandaran ditutup berkaitan dengan melonjaknya kasus terpapar covid-19. Namun pada hari H penutupan tepatnya Selasa (29/06/2021) dinihari masih saja banyak pengunjung yang akan liburan ke pantai Pangandaran.

Salah seorang wisatawan asal Bogor Windy (32) mengaku, tidak tahu kalau seluruh objek wisata di Pangandaran ditutup.

"Saya tidak dapat informasi soal penutupan ini, bahkan tadi saya booking hotel sore di Arnawa masih bisa, memang saya booking hotel lewat aplikasi Traveloka untuk 2 hari 2 malam," kata Windy kepada petugas gabungan yang berjaga di tollgate utama Pangandaran Selasa (29/06/2021).

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Rabu 30 Juni 2021, Scorpio Selesaikan Masalah, Leo Hubungan Rumit

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 29 Juni 2021, Taurus Ada yang Rindu, Capricorn Jenuh

Windy menjelaskan, sebelum berangkat dari Bogor ke Pangandaran dirinya sudah mempersiapkan surat keterangan pemeriksaan Rapid Test Antigen.

"Saya ke sini (Pangandaran,red) bersama anak dan istri, kelengkapan atau pun syarat seperti surat keterangan rapid test antigen kami bawa," katanya.

Menurut Windy, penutupan objek wisata di Pangandaran semestinya di sosialisasikan lebih luas baik lewat media elektronik, online maupun media sosial resmi Pemerintahan agar tidak merugikan wisatawan.

"Soal penutupan ini saya kurang tahu, soalnya bookiing di traveloka masih bisa, dan sosialisasi di televisi pun mungkin saya gak mendengar," ungkapnya.

Harapan dia, dalam satu keputusan yang diambil harus lebih diperluas dalam sosialisasi keputusan tersebut.

Baca juga: Resmi! Seluruh Objek Wisata di Pangandaran Ditutup Selama 10 Hari Kedepan

Baca juga: PHRI Pangandaran Patuhi Kebijakan Pemkab yang Tutup Objek Wisata, Hotel dan Restoran

"Sosialisasinya harus lebih di perluas lagi, supaya tamu yang dari jauh kan tidak merasa capek atau apa untuk balik lagi," harapnya.

Hasil pantauan, pengunjung yang mengaku asal bogor tersebut menggunakan kendaraan plat D (Bandung), Namun surat keterangan pemeriksaan Rapid Tets Antigen yang dibawa oleh wisatawan tersebut dikeluarkan pada tanggal 24 Juni 2021 dari salah satu dokter di Apotek Glory yang beralamatkan di Jalan Mabillabol, Distrik Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua. (Deni)

Baca juga: Pegawai Jalani WFH, Gedung Setda Pangandaran di Sterilisasi

Baca juga: Mengulik Pesona Sungai Han Tempat Favorit untuk Bunuh Diri, Keindahan yang Berbalut Misteri

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait