Pemerintah Desa Wariginsari Kota Banjar Gali Kuburan yang Diyakini Makam Keturunan Raden Fatah, Begini Alasannya

News —Rabu, 23 Jun 2021 21:07
    Bagikan  
Pemerintah Desa Wariginsari Kota Banjar Gali Kuburan yang Diyakini Makam Keturunan Raden Fatah, Begini Alasannya
Pemerintah Desa Wariginsari Kota Banjar Gali Kuburan yang Diyakini Makam Keturunan Raden Fatah, Begini Alasannya (foto: Yuhendi)

BANJAR, DEPOSTPANGANDARAN

Pemerintah Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat terpaksa harus menggali kuburan atau makam dengan menggunakan alat berat lantaran makam tersebut yang diyakini warga sebagai makam Syech Abdurrahman keturunan dari Raden Fatah yang konon katanya berusia lebih dari 600 tahun.

Digalinya kuburan tersebut karena berkembang opini di kalangan masyarakat hingga banyak yang berziarah dan berdoa bersama, hal tersebut membuat resah warga dan juga Pemerintahan Desa setempat.

Makam yang berada di tanah milik salah seorang warga Dusun Sukanegara, Desa Waringinsari itu mulai ramai dikunjungi para peziarah sejak bulan Januari 2021 lalu.

Kepala Desa Waringinsari Kuswanti mengatakan, bahwa dilakukannya penggalian kuburan yang diyakini makam Syech Abdurrahman keturunan dari Raden Fatah itu sebagai upaya mencari fakta kebenaran dan pembuktian kepada masyarakat atas berkembangnya opini tersebut.

"Ini dilakukan karena khawatirkan menjadi salah paham, apabila tidak ditemukan jasad pada makam yang diduga makam dari Syech Abdurrahman itu, maka kami putuskan akan menutup tempat tersebut dari segala kegiatan dalam bentuk apapun yang selama ini sudah berjalan, seperti ziarah dan doa bersama" ujarnya kepada DEPOSTPANGANDARAN dilokasi penggalian, Rabu (23/06/2021).

Baca juga: Persib Berhasil Mengalahkan Sriwijaya FC pada Pertandingan Pertama dan Terakhir di Liga 1 2005 dan Liga 1 2018

Baca juga: 7 Tanaman Hias Unik dengan Nama Janda-janda di Indonesia! Kamu Pilih yang Mana?

Kata dia, sebelum dilakukan penggalian, pihak Pemerintah Desa terlebih dahulu mengundang beberapa alim ulama dan tokoh masyarakat dan sampai dua kali pertemuan untuk musyawarah dalam menyelesaikan opini yang berkembang di masyarakat terkait makam tersebut.

"Dari hasil pertemuan dan koordinasi bersama stakeholder termasuk dengan para ulama, maka disepakati untuk dilakukan pembongkaran/penggalian makam tersebut untuk mencari fakta kebenarannya, tetapi hal itu bukan berarti kita mencari kesalahan sebelah pihak." sebutnya.

Dilokasi yang sama, Babinsa Desa Waringinsari dari Koramil 1325 Langensari Sertu Ilham Ardiansyah menyampaikan, pertama kali munculnya opini di masyarakat yang seringkali melakukan ziarah di makam yang diyakini dari keturunan Raden Fatah itu berjumlah 4 kelompok.

"Ke empat kelompok yang kerap melakukan ziarah itu diantaranya kelompok Nasanto, Huda, Sirin dan kelompok Hoerudin." singkatnya. (Yuhendi)

Baca juga: Daftar 12 Tim Lolos ke 16 Besar Euro 2020, Siapakah 4 Tim Berikutnya?

Baca juga: Ikatan Cinta Malam Ini, Perlakuan Aldebaran pada Andin Bikin meleleh So Sweet Banget

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait