Pemkab Pangandaran Antisipasi Lonjakan Covid-19 dengan Menekan Penegakan Prokes

News —Selasa, 15 Jun 2021 00:07
    Bagikan  
Pemkab Pangandaran Antisipasi Lonjakan Covid-19 dengan Menekan Penegakan Prokes
Pemkab Pangandaran Antisipasi Lonjakan Covid-19 dengan Menekan Penegakan Prokes (foto: Deni Rudini)

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Jawa Barat menggelar sosialisasi ketentuan dan penegakan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Kecamatan Pangandaran, Senin (14/06/2021).

Sosialisasi tersebut dengan menghadirkan para pejabat Pemda, Muspika, TNI-Polri, Kepala Desa, MUI, dan BPD. Hadir pula dalam sosialisasi tersebut diantaranya Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan, Sekda Kabupaten Pangandaran Kusdiana, Staf Ahli III Setda Pangandaran Irwansyah, AsdaI II Suheryana, para Kadis terkait dan Camat khususnya disekitar kawasan Pantai Pangandaran.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, berdasarkan data sampai dengan 13 Juni 2021 angka penularan Covid-19 di Kabupaten Pangandaran tercatat ada 38 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan kini sedang menjalani perawatan di RSUD Pandega.

"Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 90 orang yang menjalani isolasi mandiri," ujarnya kepada wartawan, Senin (141/06/2021).

Kata dia, saat ini sejumlah daerah di Jawa Barat banyak yang sudah masuk zona merah, untuk itu Pemkab Pangandaran berupaya dan mengantisipasinya dengan melakukan penegakan Prokes kepada masyarakat.

"Penegakan protokol kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker, kemudian rajin cuci tangan dan menghindari kerumunan tentunya," katanya.

Pasca lebaran kemarin, menurut dia, kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Pangandaran sempat meningkat bahkan sampai ratusan kasus. Tapi sekarang sudah menurun lagi.

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 15 Juni 2021, Cancer dan Capricorn Berubah, Leo Diam Mengamati

Baca juga: Link Live Streaming EURO 2020, Polandia VS Slovakia Saksikan Malam Ini

"Rata-rata ratusan kasus tersebut semuanya itu adalah klaster keluarga atau rumahan bukan kluster wisata," terang Jeje.

Kabupaten Pangandaran, sambung Jeje, masih berada di zona sedang sehingga untuk sektor wisata dan sekolah tatap muka masih berjalan normal.

"Tapi nanti kalau di salah satu desa ada kasus, maka kegiatan belajar mengajar tatap muka kita hentikan sementara hingga benar-benar aman,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Camat Pangandaran Yadi Setiadi menyampaikan, bahwa di wilayah Kecamatan Pangandaran khususnya gugus tugas dan intansi terkait masih tetap melakukan operari yustisi supaya masyarakat untuk selalu patuhi protokol kesehatan.

"Minggu kemarin kita beserta gugus tugas Kecamatan Pangandaran dan intansi terkait melakukan penutupan sementara hotel yang berada di Pantai Barat Pangandaran karena ada tiga pegawai yang terpapar positif covid-19 serta untuk tamu yang sudah booking hotel tersebut untuk pindah ke hotel yang lain," katanya.

Kata dia, hotel tersebut di buka kembali setelah dilakukan sterilasi dengan dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Untuk hotel sudah buka lagi, kalau ketiga pegawainya masih jalani isolasi mandiri," tutupnya. (Deni)

Baca juga: Pemain Persib Ezra Walian Sah Bisa Memperkuat Timnas Indonesia

Baca juga: Lima Calon Jemaah Haji Asal Pangandaran Tutup Usia Sebelum Berangkat


Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait