Berenang di Lokasi Terlarang, Bocah Asal Banjarsari Nyaris Tenggelam di Pantai Pangandaran

News —Minggu, 23 May 2021 23:36
    Bagikan  
Berenang di Lokasi Terlarang, Bocah Asal Banjarsari Nyaris Tenggelam di Pantai Pangandaran
Berenang di Lokasi Terlarang, Bocah Asal Banjarsari Nyaris Tenggelam di Pantai Pangandaran (foto: Deni Rudini)

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Ratusan wisatawan yang tengah asyik menikmati pemandangan alam di pantai Barat Pangandaran tiba-tiba berubah menjadi panik ketika melihat seorang bocah yang melambaikan tangan sebagai tanda minta tolong saat terbawa arus ketengah laut.

Dari informasi yang dihimpun, bocah tersebut merupakan wisatawan asal Banjarsari Kabupaten Ciamis itu tengah berenang di pantai barat, namun dilokasi tersebut merupakan lokasi larangan berenang.

Saat bocah yang terseret arus meminta tolong tiba-tiba seorang remaja berusia sekitar 15 tahun langsung lari dan berenang ketengah untuk menolong bocah tersebut. Kemudian perahu pesiar yang kebetulan tidak jauh itu langsung mendekati dan menolong kedua anak-anak tersebut.

Ibu dari remaja yang menolong bocah nahas itu, Aan Ruhiyanah mengaku, panik ketika melihat buah hatinya sedang dikelilingi banyak orang di bibir pantai.

"Saya pun langsung mendekati anak yang di kerumuni tersebut, tahunya anak saya nolongin bocah yang terseret arus laut ketengah," ujarnya kepada DEPOSTPANGANDARAN dengan nada lesu akibat rasa panik. Minggu (23/05/2021).

BACA JUGA: Ezra Walian: Tren Positif Piala Menpora ke Liga 1

Aan Ruhiyanah yang panik saat menyapa anaknya yang menolong bocah terseret arus di pantai barat Pangandaran

Kata Aan, bocah yang nyaris tenggelam itu merupakan keponakannya, dia anak dari kakaknya yang ikut liburan ke Pangandaran.

"Orang tuanya gak ikut cuma nitipin, tadi sudah dibilangin entar saja bareng berenangnya lantaran mau sholat dulu, eh ponakan saya itu gak nurut malah menuju pantai dan berenang hingga nyaris tenggelam," tuturnya.

Dia menyebutkan, beruntung pada saat kejadian anak saya berikut pelaku usaha perahu pesiar dan petugas Balawista sigap menolong bocah tersebut.

"Masih beruntung bisa tertolong, jika tidak mau bicara apa saya sama kakak, semoga para orang tua yang sedang liburan di Pangandaran harus tetap waspada mengawasi buah hatinya," imbaunya.

Salah seorang wisatawan lainnya, Firmansyah mengimbau, kepada para orang tua yang tengah liburan di Pangandaran untuk selalu mengawasi anak-anaknya yang sedang melakukan aktivitas berenang.

"Ya harus di perhatikan anaknya jika sedang renang di laut, karena takut ada ombak besar yang datang secara tiba-tiba, semoga kejadian tersebut tidak sampai terulang," siingkatnya. (Deni)

BACA JUGA: Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua bagi Ratusan Pelayanan Publik di Pangandaran

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait