Ratusan Santri di Banjarsari Ciamis Temukan Miras Saat Sweeping Caffe Baper

News —Senin, 10 May 2021 03:51
    Bagikan  
Ratusan Santri di Banjarsari Ciamis Temukan Miras Saat Sweeping Caffe Baper
Ratusan Santri di Banjarsari Ciamis Temukan Miras Saat Sweeping Caffe Baper (foto: Deni Rudini)

CIAMIS, DEPOSTPANGANDARAN

Ratusan massa santri yang tergabung dalam Aliansi Forum Santri Banjarsari (AFSB) mendatangi sebuah warung caffe baper yang berada di Dusun Neglasari, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Minggu (09/05/2021) malam.

Kedatangan ratusan santri ke caffe baper tersebut untuk melakukan sweeping lantaran ada dugaan caffe menjual miras di tengah bulan Ramadhan dan juga membuat resah warga sekitar karena adanya pertunjukan musik hingga dini hari.

Korlap Aliansi Forum Santri Banjarsari, Ustadz Asep Sobur mengatakan, bahwa aksi malam ini pihaknya yang didukung oleh unsur Pemerintahan Kecamatan dan Desa Banjarsari serta berbagai unsur Ormas sengaja mendatangi caffe Baper sebagai tindak lanjut dialog yang ketiga kalinya dengan pemilik caffe baper, dimana isi dialog itu adalah menindaklanjuti tindakan yang sudah pernah dilakukan sebanyak dua kali.

"Kami meminta caffe baper untuk tidak menyediakan atau terjadi transaksi jual beli minuman keras (miras) di caffe tersebut," ujarnya kepada wartawan, Minggu (09/05/2021) malam.

BACA JUGA :Link Streaming Drama Korea Mine Episode 2 Sub Indo, Pendatang yang Misterius

Ratusan massa santri yang tergabung dalam Aliansi Forum Santri Banjarsari (AFSB) mendatangi sebuah warung caffe baper yang berada di Dusun Neglasari, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Minggu (09/05/2021) malam.

Mohon dicatat, Asep menegaskan, pihaknya tidak menutup usaha caffe baper, tapi pihaknya atas nama Aliansi Forum Santri Banjarsari meminta untuk tidak melakukan transaksi jual beli miras yang diminum di lokasi sini (caffe baper).

"Ditambah dengan diadakannya live musik sehingga memancing reaksi dari masyarakat khususnya tetangga dekat caffe yang merasa kebisingan dan terganggu," katanya.

Menurut dia, aksi sweeping yang dilakukannya merupakan tindaklanjut laporan dari berbagai unsur masyarakat yang sampai kepada pihaknya.

"Atas laporan tersebut, sehingga kami tergerak kembali untuk melakukan upaya dialog dengan pemilik caffe agar ada ketersediaan dari pemilik caffe untuk menutup penjualan miras, tidak ada lagi penjualan miras dan live musik sehingga masyarakat Banjarsari dalam rangka melaksanakan ibadah di bulan ramadhan merasa nyaman," tegasnya.

Dari pantauan, sempat terjadi ketegangan ketika pemilik caffe mengelak dan mengaku tidak menjual miras saat ratusan santri merangsek kedalam. Saat digeledah oleh ratusan santri ditemukan puluhan botol miras berikut tiga orang yang sedang asyik minum di caffe tersebut sehingga membuat geram warga. Beruntung aparat dari Kepolisian dan TNI berhasil meredam emosi massa.

Untuk melampiaskan emosinya, para santri yang melakukan sweepinh tidak mengizinkan aparat baik dari Polisi maupun TNI mengamankan botol miras tersebut, massa lebih memilih untuk memecahkan puluhan botol miras di lokasi caffe. (Deni)

BACA JUGA :Lakukan Pengecekan di Pangandaran, Karo SDM Polda Jabar : Petugas yang Berjaga Harus Tetap Semangat

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait