Vaksinasi Covid-19 Sasar Para Pekerja Pariwisata, Ekonomia Kreatif, dan Seni Budaya

News —Selasa, 4 May 2021 17:17
    Bagikan  
Vaksinasi Covid-19 Sasar  Para Pekerja Pariwisata, Ekonomia Kreatif, dan Seni Budaya
Seorang karyawan tengah divaksin. (Humas Pemkot Bandung)
POSTPANGANDARAN, BANDUNG.

Sebanyak 3.020 pekerja pariwisata, ekonomi kreatif, dan seni budaya mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada 4-5 Mei 2021 di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut merupakan kolaborasi dari Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, serta Asosiasi seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), dan Riung Priangan, serta pihak The Trans Hotel Luxury, Hotel Ibis, dan Trans Studio.

Pelaksanaan vaksinasi ditinjau langsung oleh Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana, bersama Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari, Selasa (04/05/2021).


Yana menyempatkan melihat satu per satu proses pelaksanaan vaksinasi. Mulai dari awal masuk sampai keluar.  Menurutnya, pelaksanaan proses vaksinasi dari awal peserta masuk sampai keluar berjalan dengan baik, serta menjalankan protokol kesehatan yang baik.

"Dari sekitar 3.000 ini dibagi dua hari. Hari ini sekitar 1.520 orang. Saya lihat memang proses awal dari meja nol sampai pelaksanaan vaksinasi dan observasi itu berjalan baik, tertib," ucapnya.

Dengan vaksinasi terhadap para tenaga di bidang pariwisata, ekonomi kreatif, dan seni budaya tersebut bisa melindungi dari Covid-19. "Karena memang kita tidak pernah tahu tamu-tamu yang hadir ke Kota Bandung ini berasal dari zona hitam, merah, atau apa," katanya usai peninjauan.

"Insya Allah dengan kita memproteksi diri dengan proses vaksinasi plus protokol kesehatan, tenaga Pariwisata di Kota Bandung terhindar dari covid-19," katanya.


Yana menyampaikan dengan adanya pandemi Covid-19 ini, PAD Kota Bandung dari sektor pariwisata turun 50 persen. Itu karena sempat ditutupnya tempat-tempat pariwisata di Kota Bandung.

"Ya karena memang Kota Bandung itu (PAD terbesarnya) dari jasa dan pariwisata, jadi begitu ditutup semua tahun lalu sektor-sektor itu ya otomatis begitu," katanya.

Selain itu, Yana mengatakan dalam relaksasi ekonomi, terutama di sektor pariwisasta, Pemerintah Kota (Pemkot)  Bandung sangat berhati-hati dalam membuat keputusan. Hal itu agar tidak terjadi klaster baru.


"Sejak beberapa waktu lalu, kita juga sudah merelaksasi ekonomi di beberapa sektor pariwisata tapi tentunya kita juga sangat berhati-hati, dalam membuka relaksasi ini menerapkan SOP," katanya.

"Kita harus simulasi dulu. Harus meyakinkan bahwa protokol kesehatan diterapkan dengan baik dengan benar di tempat-tempat yang akan kita beri relaksasi ekonomi. Dan alhamdulillah sebetulnya sampai saat ini tidak ada klaster baru di sektor-sektor yang kita beri relaksasi ekonomi," ungkapnya. (Boim)


Editor: Lucky
    Bagikan  

Berita Terkait