Misteri Taman Tergantung di Babylon

LifeStyle —Minggu, 30 May 2021 11:20
    Bagikan  
Misteri Taman Tergantung di Babylon
pinterest

PANGANDARAN,DEPOSTPANGANDARAN
Taman Tergantung Babylon (juga dikenali sebagai Taman Tergantung Semiramis) dan tembok-tembok Babylon (kini Iraq) telah dipertimbangkan untuk menjadi salah satu daripada Tujuh Keajaiban Dunia. Kedua-duanya telah dibina oleh Raja Nebuchadnezzar II (604-562 BC), cucu kepada Raja Hammurabi yang terkenal, sekitar tahun 600 SM . Taman tergantung Babylon terletak sekitar 50 kilometer selatan Baghdad, Iraq di sebelah tebing timur Sungai Euphrates.

Taman Tergantung ini juga telah dicatatkan dalam sejarah Yunani seperti oleh Strabo dan Diodorus Siculus, tetapi tidak banyak bukti yang menyokong akan kewujudannya. Sesetengah bukti yang dikumpulkan ketika penggalian istana Babylon hanya menunjukkan sesuatu yang umum tetapi tidak menunjukkan lebih dari sekadar hiasan yang menarik. Sesetengah berpendapat yang lokasinya mungkin telah dikelirukan oleh masa yang terlalu lama tambahan pula dengan kewujudan sebuah taman di Nineveh kerana jelas batu-batu bersurat di sana lebih menunjukkan yang taman itu telahpun dijumpai. Tulisan pada batu itu menunjukkan sesuatu alat yang digunakan seakan-akan Skru Archimedes untuk mengangkat air ke tempat tinggi.

Menurut sesetengah punca, taman tersebut dibina untuk menggembirakan isteri Nebuchadnezzar, Amyitis yang rindukan kampong halaman. Amyitis, anak kepada Raja dari kerajaan Medes, telah berkahwin dengan Nebuchadnezzar untuk menjalinkan hubungan kerjasama di antara dua negara. Negara dari mana dia datang adalah sebuah kawasan yang subur menghijau dan berbukit-bukau tetapi malangnya dia terpaksa berpindah ke kawasan yang rata dan tandus berbatu di Mesopotamia (sebuah kawasan di barat daya Asia) yang menyebabkan dia bersedih. Maka, raja memutuskan untuk membina keadaan seperti kampong halamannya di sebuah bukit tiruan yang berbumbungkan kebun-kebun dan taman.

Taman Tergantung sebenarnya tidaklah betul-betul "tergantung" seperti terikat dengan tali. Namanya datang dari terjemahan yang kata Yunani kremastos atau kata Latin pensilis, yang bermaksud bukan hanya "tergantung” tetapi "anjung," seperti terletak di atas berandah atau suatu teres.

Ahli geografi Yunani Strabo, yang memperihalkan tentang taman itu pada kurun pertama Sebelum Masihi, menulis "Taman tersebut adalah segi empat sama “quadrangular”, dan setiap sisi adalah sepanjang empat plethra. Ia mempunyai teres yang bertutup dalam keadaan menaik di atas yang lain, dan dipasakkan dengan tiang berbentuk petak. Semua itu berongga yang berisi tanah untuk membenarkan pokok-pokok besar untuk ditanam. Tiang-tiang, ruang dan teres-teres dibina dari bata yang dibakar dan simen tampalan."

Baca juga: Abdee Slank Diangkat Komisaris Telkom, Ini Kisaran Gajinya!

Jika taman itu wujud, ia akan mempamerkan suatu pemandangan yang menarik: Bukit buatan yang subur menghijau memberi kelainan dari yang lain di sekelilingnya yang tandus.

"Pendekatan terhadap Taman itu ibarat pinggir bukit dan sebahagian dari struktur binaan menaik antara satu dengan lain tingkat demi tingkat... Di atas semua ini, tanah telah diletakkan dan telah ditanamkan pohon-pohon dengan lebatnya dengan setiap jenis yang, dengan saiznya yang besar dan menarik, memberikan kesenangan kepada pemiliknya... Air dinaikkan dengan banyaknya dari sungai walaupun tiada siapapun di luar yang dapat melihatnya."
Menurut Oxford University, Dalley, yang adalah seorang sarjana dalam bahasa-bahasa kuno Mesopotamia, ditemukan bukti dalam terjemahan baru teks-teks purba dari Easton yang menggambarkan sendiri " unrivaled palace" dan sebuah "keajaiban bagi semua orang." Dia juga menyebutkan air penggalangan perunggu sekrup mirip dengan ' Archimedes sekrup dikembangkan empat abad kemudian yang bisa digunakan untuk mengairi kebun.

Dr Dalley sendiri mengarahkan penelitian lebih lanjut ke Utara setelah teks Kuno naskah dari Babilon dan kerajaan Asyur untuk percaya kebun telah dikaitkan dengan lokasi yang salah, kesalahan manusia dan periode yang salah.

Menemukan Prisma di Museum Inggris dengan teks cuneiform yang menggambarkan kehidupan Sanherib, yang hidup 100 tahun sebelum Nebukadnezar dan memerintah atas kerajaan yang membentang dari selatan Turki ke Israel modern, yang menggambarkan sebuah istana yang ia bangunan dan taman yang ia bangun bersama.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Senin 31 Mei 2021, Taurus dan Capricorn Mengontrol Diri, Leo Lepaskan Penat
Dukungan bukti lebih lanjut untuk teorinya berasal dari Relief, diambil dari Niniwe dan dibawa ke Museum Inggris, menampilkan istananya kompleks dan sebuah taman dengan pohon-pohon yang tergantung di udara di teras dan tanaman yang digantung pada lengkung bangunan.

Karena Ninevah jauh dari Babilonia, bukti ini sebelumnya telah diabaikan. Namun, Dr Dalley telah menemukan bahwa orang Asyur menaklukkan Babel dan modal mereka menjadi dikenal sebagai "Babilonia baru".

Editor: Ardi
    Bagikan  

Berita Terkait