Asal usul Sebuah Cendol

Kuliner —Rabu, 12 May 2021 11:48
    Bagikan  
Asal usul Sebuah Cendol
pinterest

PANGANDARAN,DEPOSTPANGANDARAN

cendol adalah minuman yang sudah ada di Asia Tenggara semenjak dahulu. Cendol bukan minuman dari satu negara tertentu. Terkait hal tersebut, tidak heran cendol dapat ditemukan di negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Menurutnya, cendol marak di wilayah pedesaan dari zaman dulu. Cendol termasuk produk pedesaan agraris karena terbuat dari tepung beras. "Budidaya padu dalam ekologi sawah Indonesia sangat mendukung lahirnya cendol. Wajar jika ia tumbuh subur di lingkungan pedesaan," ujar Heri. Cendol dapat dikatakan sebagai produk sejarah kebudayaan. Makanan ini juga sebagai pencapaian penting orang Indonesia di dapur karena bahan beras tersedia, tidak perlu impor. Beras tersedia secara mandiri. Namun tidak menutup kemungkinan, cendol menyebar di daerah Asia Tenggara karena ekologi persawahan mirip dengan Indonesia

Baca juga: Viral Pemudik Pura-pura Kesurupan Tetap Diminta Putar Balik, Jin Dilarang Mudik

Dilansir dari The Guardian, cendol digambarkan sebagai es serut ditumpuk ke dalam mangkuk, ditutup dengan kacang merah, jeli hijau yang terbuat dari beras dengan aroma pandan yang harum, dan santan kental. Kemudian ditambah dengan resep khusus, coklat, dan terakhir gula melaka yang terbuat dari gula kelapa dan rasanya lebih manis dibandingkan dengan pemanis buatan. Cendol sebagai pencuci mulut biasanya disajikan di hidangan penutup, meskipun tak sedikit yang menikmati sajian ini sebagai makanan atau minuman ringan. Karakteristiknya cenderung berat saat disantap, maka tak jarang bila akan terasa sangat kenyang setelah memakan cendol. Di Malaysia, salah satu kedai cendol yang sangat terkenal bernama Penang Road Famous TeoChew Chendul. Dilansir dari situs resminya, pemilik pertama kedai ini, Tan Teik Fung mulai menjual cendol pada tahun 1936. Kini, TeoChew Chendul telah tersebar di berbagai lokasi di Malaysia. Di Indonesia sendiri, cendol dikenal juga dengan nama dawet (Jawa Tengah).

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Kamis 13 Mei 2021, Virgo Merasa Lega, Leo Sedang Kasmaran

Teksturnya pun hampir mirip, berwarna hijau seperti cacing pendek dan kenyal. Hanya saja cara menghidangkannya sedikit berbeda dengan yang ada di Malaysia dan Singapura.
Semangkuk dawet di Indonesia disajikan dengan santan kental dan es batu, terkadang ditambah dengan selasih atau ketan hitam sesuai selera. Bahkan di Purworejo, Jawa Tengah, bahan pembuatan dawet dicampur dengan abu merang sehingga menghasilkan dawet berwarna hitam. Varian ini dinamakan dawet ireng dalam bahasa Jawa yang berarti “Dawet Hitam.” Jika ditelusuri, tidak banyak yang menyediakan informasi khusus tentang asal-usul cendol. Beberapa orang mengatakan bahwa cendol berasal dari Jawa, Indonesia tetapi tidak sedikit juga yang menuliskan cendol berasal Malaysia. Mengingat kedua negara tersebut masih erat kekerabatan secara keturunan dan budaya, dari manapun cendol berasal, yang terpenting adalah rasanya yang nikmat.

Editor: Ardi
    Bagikan  

Berita Terkait