Kejar Herd Immunity Pemkot Banjar Lakukan Door to Door ke Rumah Warga yang Belum Divaksin

Kesehatan —Kamis, 16 Sep 2021 02:22
    Bagikan  
Kejar Herd Immunity Pemkot Banjar Lakukan Door to Door ke Rumah Warga yang Belum Divaksin
Kejar Herd Immunity Pemkot Banjar Lakukan Door to Door ke Rumah Warga yang Belum Divaksin/Yuhendi

BANJAR, POSTPANGANDARAN

Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat terus menggencarkan program “Jebol” (Jemput Bola) vaksinasi secara door to door ke rumah warga yang belum di vaksin.

Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih mengaku, dirinya tak mengenal lelah untuk mendatangi rumah warga yang belum melaksanakan vaksin.

"Kami bersama petugas kesehatan terus menyasar rumah warga di Lingkungan Jelat Kelurahan Pataruman, dan alhasil, beberapa warga yang ditemui di rumahnya menyatakan siap untuk divaksin," kata Ade kepada POSTPANGANDARAN, Rabu 15 September 2021.

Dia mengaku, pihaknya tidak menampik masih adanya warga yang menolak divaksin dengan berbagai alasan termasuk kalangan lanjut usia. Menurut dia, lansia seharusnya tetap melaksanakan vaksin lantaran masuk kelompok terpapar risiko tinggi.

"Seharusnya lansia tetap melaksanakan vaksin. Karena lansia harus terproteksi dengan target usia lansia ada 6.000 orang yang harus dilindungi," ujarnya.

Ade menjelaskan, lansia memiliki potensi risiko tinggi apabila terpapar. Untuk itu, dirinya setiap hari turun kelapangan bersama dokter untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin itu aman.

"Vaksin itu salah satu untuk menekan angka penyebaran wabah virus corona, dan memang selama ini masih ada masyarakat yang percaya berita hoaks," terang Ade.

Baca juga: Peralatan PDAM Tirta Prabawa Mukti Pangandaran Butuh Penyegaran, Ini Alasannya

Baca juga: Setelah Warga Cilacap, Kini Ada Warga Pangandaran Mengaku sebagai Ibu Bayi yang Ditemukan di Masjid

Ade menegaskan, dengan adanya vaksin, kasus positif corona pun melandai sehingga saat ini Kota Banjar masuk PPKM level 2.

"Kendati demikian, saya tetap mengingatkan warga masyarakat untuk selalu waspada, berhati-hati dan tetap harus melaksanakan 5M," imbaunya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit ( P2P ) Dinas Kesehatan Kota Banjar Agus Budiana menyampaikan, bahwa target percepatan vaksin 80 persen warga masyarakat Banjar diharapkan bisa selesai pada akhir November 2021 mendatang.

"Percepatan vaksin di Kota Banjar saat ini baru mencapai 51 persen, warga yang menolak vaksin pun hanya beberapa orang saja. Semoga dengan menggencarkan program Jebol ini tujuannya untuk mempercepat akselerasi yang 49 persen agar di akhir November kita sudah bisa mencapai herd immunity," tandasnya.

Salah seorang warga Wartini (35) mengatakan, sebelumnya dia sempat menolak divaksin dengan alasan lagi menyusui. Namun, setelah di edukasi oleh orang nomor satu di Kota Banjar yang didampingi petugas kesehatan dirinya menyatakan siap divaksin.

"Awalnya saya enggan untuk divaksin karena saya lagi menyusui bayi, takut terjadi apa-apa. Namun setelah diberi penjelasan oleh bu Wali Kota dan Petugas saya pun yakin untuk melaksanakan vaksin," singkatnya. (Yuhendi)

Baca juga: Potrait Cahaya di Sudut Wisata Kota Lama Semarang

Baca juga: Menikmati Sensasi Rafting & Arung Jeram di Sungai Elo Magelang yang Segar dan Mendebarkan

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait