Kerajaan Demit di Pabrik Gula, Bagian 3

Horor —Sabtu, 3 Dec 2022 13:29
    Bagikan  
Kerajaan Demit di Pabrik Gula, Bagian 3
Ilustrasi.* (FOTO: Pinterest)

POSTPANGANDARAN,- Mas Hendra Cuma magut-magut. Ia tidak bertanya lebih rinci. Ia mengira itu hanya pesan biasa saja. Namun, rupanya ini bukan sekedar pesan biasa. Melainkan sebuah peringatan.

Malam semakin larut, mas Hendra duduk di teras menikmati semilir angina malam dengan meneguk segelas kopi sambil menghisap rokok. Ia memandang ke kanan dan kiri namun sepi.

Om Ardi sendiri bilang, samping kiri kanan rumah ada penghuninya tapo mas Hendra tidak pernah berjumpa sama sekali.

“Mungkin sudah tidur” pikir mas Hendra.

Semakin larut, suara hewan malam terdengar semakin riuh, mas Hendra bersiap mau masuk rumah. Namun ia dikejutkan oleh suara asing yang tiba-tiba melintas.”ngiriikiikii” suara ringkikan kuda.

Mas Hendra kaget. Bagaimana bisa ada suara kuda di tempat seperti ini”. namun, rupanya tidak hanya sekali namun berkali-kali. Jadi beliau mengambil senter dan jaket, mencari dimana sumber suara itu.

Tanpa Mas Hendra sadar, ia meninggalkan perumahan dinas dan terus melangkah melewati jalanan sepi.

Baca juga: Kabupaten Garut Jadi Tuan Rumah Penanaman 95.760 Pohon Serentak di Jawa Barat

Penerangan di kawasan pabrik memang tidak terlalu bagusm berbekal cahaya bulan. Mas Hendra menelusuri jalan, ia bergerak menuju lapangan tenis. Namun, suara itu semakin jauh, rasa penasarannya memenuhi isi kepalanya. Ia tidak memikirkan apapun. Lebih tepatnya belum curiga.

Rupanya, tanpa mas Hendra sadari ia sudah memasuki perumahan Londo. Kali ini suara itu sudah lenyap dan mas Hendra seolah baru sadar bahwa ia sudah jalan sejauh ini.

Berniat ingin kembali, mas Hendra mencium aroma wangi,ia mengjirup aroma itu. Semakin lama semakin menyengat.

Penasaran, mas Hendra mengintip perumahan Londo. Dari balik pohon randu. Ia melihat dengan seksama apa yang ada di depan sana.

Kaget bercampur bongung, di salah satu rumah ada sosok yang tengah berdoro. Mengenakan gaun putih panjang sampai lantai. Sosok itu menatap jalan.

Baca juga: Gempa Bumi Cianjur: Uu Ruzhanul Usul Rehab Prioritas Rumah Ibadah dan Sekolah

Rambutnya pirang, posturnya tinggi, ramping dan berbau sangat wangi. Dalam kebingungan, mas Hendra baru sadar. Bagaimana bisa ada orang yang di rumah itu, bukannya om Ardi mengatakab tempat itu kosong melompong.

Rupanya, perasaan mencelos itu membuat sosok itu sadar tengah di intip. Sosok itu memandang pohon randu tempat mas Hendra bersembunyi. Mas Hendra berdiam diri mencoba agar sosok itu mendekatinya. Mas Hendra berbalik untuk mengintip kembali. Benar saja dugaannya.

None belanda itu rupanya mendekatinya. Tertawa nyaris cekikikan, yang bikin mas Hendra lari terbirit-birit, sosok itu mendekatinya terbang, kakinya tidak menyentuh tanah saka sekali.

Tak perduli kemana ia berlari, yang penting ia menyelamatkan diri terlebih dahulu. Sampai akhirnya ia berhenti untuk mengistirahatkan kakinya. Ia sadar ia berlari jauh ke samping lapangan tenis,. Dibawah 2 pohon besar asem. Rupanya, mas Hendra tidak sendirian. Ia ditemani oleh sosok yang sangat besar yang dilihatnya nyari seperti pohon asem.

Bersambung… (Bersumber dari Twitter @simplem81378523 / PARISAINI R ZIDANIA)

Baca juga: Daftar Wakil Indonesia di Malaysia Open 2023

Editor: Zizi
								
    Bagikan  

Berita Terkait