Kuburan Manusia tertua di Dunia

Hiburan —Minggu, 9 May 2021 13:38
    Bagikan  
Kuburan Manusia tertua di Dunia
pinterest

MISTERI,DEPOSTPANGANDARAN.

Pada 78.000 tahun yang lalu tanah Afrika kehilangan seorang anak yang kemudian dikebumikan. Makam itulah yang menjadi makam tertua yang ditemukan di Afrika Timur. Arkeolog modern kini menemukan situs Zaman Batu Pertengahan, sebuah makam anak 3 tahun yang ditemukan di gua di Kenya.

Dalam catatan jurnal Nature, para peneliti yang mempelajari sisa-sisa tengkorak yang rapuh dari zaman kuno, menggambarkan bahwa kepala anak itu seperti diletakkan di atas bantal. Tim arkeolog internasional secara hati-hati memetakan kuburan anak itu untuk menjaga susunan pecahan tulang yang tersisa.

Cara tersebut memungkinkan para peneliti untuk menggali temuan makam tertua itu dengan aman ke laboratorium untuk studi mendetail.
Seorang anak ialah permata untuk ibu bapa yang bertanggung jawab. Dari pada bayi sampai besar

Anak ditatang sehabis mungkin dengan curahan perhatian serta kasih sayang tak terhingga

Baca juga: Mudik Lokal Dilarang, Ini Dia Wilayah Aglomerasi Mudik 2021 di Indonesia

Setiap hari hubungan ibu bapa semakin akrab dengan anak

Makam berumur 12.000 tahun di Israel mengungkap lebih banyak rahasia tentang perayaan pemakaman paling tua dan besar dalam catatan sejarah.

Sekitar 12.000 tahun lalu, pesta akbar dilakukan untuk menghormati seorang perempuan misterius. Mereka memenuhi makamnya dengan barang-barang aneh. Dan, anehnya, mereka melempar sisa makanan ke dalam kuburan makam

Sekarang mereka telah dapat memengetahui urut-urutan kejadian pemakaman. Temuan mereka diterbitkan di jurnal Current Anthropology.

Kelompok ini berasal dari kebudayaan Natufian yang tinggal di Levant sekitar 15.000 sampai 11.500 tahun lalu.

Mereka hidup berkelompok dan menetap sebelum dimulainya pertanian. Ini tidak biasa: sebagian besar manusia saat itu hidup sebagai pemburu-peramu yang pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Baca juga: Ikatan Cinta Malam Ini, Aldebaran Takut Reyna dan Andin di Ambil Nino

Natufian adalah kelompok pertama yang melakukan ritual pemakaman terorganisir.

“Ini adalah untuk pertama kalinya pemakaman menjadi acara hari itu. Mungkin karena kita menyaksikan lebih banyak kerumitan di masyarakat,” kata Leore Grosman dari ‪Universitas Hebrew Jerusalem di Israel, yang mengkaji makam ini selama lebih delapan tahun

Pesta di Hilazon Tachtit adalah salah satu acara makan-makan saat pemakaman yang paling luas yang pernah ditemukan. Ini juga salah satu yang tertua.

Acara ini menghadirkan menu yang menakjubkan. Ikan, rusa gunung, serigala merah, ular adalah sebagian spesies yang ditemukan.

Penutup batu

Tahap kelima adalah pesta itu sendiri. Orang melempar sisa makanan ke makam sebelum tempat itu ditutup.

“Mereka tidak takut membuang apa yang kita pandang sebagai sampah ke dalam makam,” kata Grosman. “Sepertinya mereka ingin membenamkan jenazah.”

Tahap ke enam, yang terakhir, Natufian menutup jenazah dengan batu besar seberat 75 kg. Ini adalah batu terbesar yang pernah ditemukan di situs Natufian.

Ini adalah pesta pemakaman yang memerlukan banyak persiapan. Mengumpulkan dan memburu binatang memerlukan waktu berminggu-minggu.

Kita tidak mengetahui secara pasti mengapa perempuan ini mendapatkan makam khusus, sementara yang lainnya mendapatkan pemakaman lebih sederhana. Tetapi kerumitan pemakamannya mengisyaratkan ia adalah orang khusus.

Baca juga: Tarawangsa, Kesenian Sunda Buhun yang Dilakukan Sebagai Ungkapan Syukur

"Dia unik di masyarakat,” kata Grosman. “Benda-benda yang ditempatkan di sekitarnya menunjukkan kegiatan perdukunan. Jadi setelah mengkaji semua hal kami memperkirakan dia seorang dukun.”

Kura-kura panggang ternyata adalah makanan yang digemari. Sisanya, sekitar 80, ditemukan, terdiri dari 20kg daging.

Pastinya terdapat banyak orang yang memakannya, meskipun sulit untuk mengetahui jumlah pastinya.

Tim peneliti, beranggotakan arkeolog dari berbagai negara, dengan hati-hati membungkus seluruh kuburan dengan plester untuk menjaga susunan pecahan tulang yang masih tersisa. Ini memungkinkan mereka untuk mengangkut jenazah si anak dengan aman ke laboratorium untuk dipelajari lebih lanjut. "Rasanya seperti menggali bayangan," kata Profesor María Martinon-Torres, direktur Pusat Riset Nasional tentang Evolusi Manusia di Spanyol.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Senin 10 Mei 2021, Libra Pengalaman Baru, Leo Merasa Bosan

Para peneliti mempelajari struktur giginya dan memastikan bahwa ini adalah tubuh mungil anak manusia - berusia antara dua hingga tiga tahun. Hasil pemindaian menunjukkan bahwa tubuhnya dibaringkan dalam posisi seperti janin sedang meringkuk di rahim. Dan tulang-tulang itu telah bergerak sedemikian rupa sehingga menandakan bahwa ia telah dibungkus dengan erat saat dikubur, dengan kepalanya pada awalnya bertumpu pada sesuatu seperti bantalan daun, yang kemudian membusuk.

 

Editor: Ardi
    Bagikan  

Berita Terkait