Ada Wanita Berpakaian Bunda Ratu di Pantai Pangandaran, Siapa Dia?

Budaya —Senin, 6 Sep 2021 08:53
    Bagikan  
Ada Wanita Berpakaian Bunda Ratu di Pantai Pangandaran, Siapa Dia?
Ada Wanita Berpakaian Bunda Ratu di Pantai Pangandaran, Siapa Dia?/Deni

PANGANDARAN,POSTPANGANDARAN

Ritual yang dilakukan oleh warga Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ternyata merupakan agenda rutin tahunan.

Kegiatan tersebut merupakan ritual Larungan Agung Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa yang dilakukan Yayasan Manunggal Rasa Kemanusiaan Cilacap, Jawa Tengah. Kelompok tersebut datang ke Pangandaran dengan terencana seperti tahun sebelumnya.

Namun karena kondisi pandemi Corona yang melarang berkerumun akhirnya agenda mereka dibubarkan aparat gabungan.

Sekretaris Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pangandaran Bangi mengatakan, kegiatan itu sangat berpotensi menimbulkan kerumunan lantaran jadi perhatian pengunjung dan warga sekitar.

"Mereka tidak berizin juga banyak orang dan potensi jadi perhatian wisatawan," kata Bangi.

Baca juga: Drama Korea Hometown Cha Cha Cha Episode 3 Sub Indo, Cinta yang Bersemi

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Selasa 7 September 2021, Pisces Kecewa Leo Badai Pasti Berlalu

Menurut Bangi, ritual baru saja dimulai tetapi aparat gabungan langsung membubarkan mereka. Karena
pada pelaksanaan ritual tersedia ragam sesajen dan seekor domba hitam hidup, selain itu juga ada sosok wanita yang dirias menggunakan pakaian layaknya Nyai Roro Kidul sehingga menarik perhatian warga dan menimbulkan kerumunan.

"Sesajen batal mereka larungkan atau dibuang kelaut dan domba hidup entah dibawa kemana," sebutnya.

Kata Bangi, sesajen yang mereka sediakan terlihat nasi tumpeng besar dengan tinggi lebih dari 1 meter serta sayuran yang disusun rapih.

"Petugas sempat beradu argumen, namun setelah diimbau melalui pengeras suara mereka akhirnya bubar," terangnya.

Kekecewaan pasti ada pada mereka, namun penerapan protokol kesehatan wajib dilaksanakan dan ditegakkan.

 Penasehat Yayasan Manunggal Rasa Kemurnian Cilacap, Jawa Tengah Edy Susanto mengklaim, pagelaran ritual larungan untuk menjaga tradisi leluhur.

"Secara prinsip tidak merugikan karena kami hanya mengenang leluhur dan ini juga untuk kebaikan Pangandaran sebenarnya," ucapnya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 6 September 2021, Gemini Merasa Hambar, Sagitarius Dapat Kejutan

Baca juga: Petugas Gabungan Bubarkan Acara Ritual Warga Cilacap di Pantai Pangandaran

Edy mengaku pihaknya sering melakukan kegiatan larungan, namun baru kali ini dibubarkan petugas. 
Setelah membubarkan diri mereka mengemas barang termasuk ragam gunungan berukuran besar.

"Sebetulnya kita sudah membubarkan diri karena doa pun sudah selesai, jadi bukan dibubarkan, prokes juga kita patuhi seperti pakai masker dan jaga jarak," akunya.

Seorang perempuan yang berpakaian Bunda Ratu menjadi daya tarik sehingga warga penasaran dengan prosesi itu. Prosesi itu juga diwarnai tahapan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, pembacaan pembukaan UUD 1945 dan pembacaan Sumpah Palapa. (Deni)

Baca juga: Seluruh Objek Wisata di Pangandaran Dibuka, Polisi Lakukan Ini

Baca juga: Ekonomi Pelaku Usaha di Pangandaran Diharapkan Cepat Stabil Setelah Objek Wisata Dibuka

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait