Masyarakat dapat Menjadi Bagian dari Program Desa Digital Sebagai Desa Ataupun Mitra

Berita —Sabtu, 2 Jul 2022 10:08
    Bagikan  
Masyarakat dapat Menjadi Bagian dari Program Desa Digital Sebagai Desa Ataupun Mitra
Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan Sayembara Desa Digital.* (FOTO: Biro Adpim Jabar)


POSTPANGANDARAN (KOTA BANDUNG),- Untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui proses digitalisasi.  Mulai dari penyediaan infrastruktur hingga pendampingan adopsi teknologi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan Sayembara Desa Digital, Jumat (24/06/2022).  Hadirnya Sayembara Desa Digital juga ditandai dengan peluncuran website Desa Digital (desadigital.jabarprov.go.id).  Website tersebut menjadi wadah informasi mengenai program yang transparan dan terpercaya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Ika Mardiah mengemukakan, dalam pelaksanaan Sayembara Desa Digital, masyarakat dapat menjadi bagian dari Program Desa Digital dengan mendaftar sebagai desa ataupun mitra melalui website Desa Digital.

"Masyarakat dapat menjadi bagian dari Program Desa Digital dengan mendaftar sebagai desa ataupun mitra. Lengkapi form dengan data-data yang dibutuhkan sesuai instruksi. Khusus untuk pendaftaran sebagai desa penerima manfaat hanya dapat dilakukan oleh kepala desa," kata Ika Mardiah.

Secara umum, Desa Digital memiliki empat tahapan pengembangan.  Yaitu Desa Digital 1.0 untuk pembangunan infrastruktur internet.  Lalu Desa Digital 2.0 berupa pelatihan literasi digital. Untuk Infrastruktur, didukung oleh BAKTI Kominfo dan CSR beberapa provider.

Selanjutnya, Desa Digital 3.0 yang merupakan pelatihan terkait pemasaran produk usaha desa.  Terakhir, Desa Digital 4.0 sebagai upaya meningkatkan produktivitas sesuai dengan potensi desa.

Baca juga: Kopi Jabar Mendunia Melalui “World of Coffee” Italia

Ika memaparkan, desa yang dapat mengikuti Sayembara Desa Digital adalah desa yang masuk dalam kategori Desa Digital 4.0.  Atau desa yang telah memiliki keterjangkauan akses internet yang baik.  Selain itu juga memiliki potensi yang siap dikembangkan lewat penerapan Internet of Things sebagai upaya peningkatan produktivitas warga desa.

Dalam Sayembara Desa Digital kali ini, desa yang dapat bergabung adalah desa yang memiliki kriteria tertentu. Diantaranya memiliki kelompok tani/pembudidaya ikan, adanya jaringan internet, pegiat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan Pandu Desa.  Kriteria lainnya, yakni memiliki pendamping desa dan tokoh masyarakat, serta pemerintah desa yang siap menjadi fasilitator.

"Yang mendaftar dan tidak terpilih menjadi Desa Digital 4.0 akan menjadi desa rekomendasi yang dapat mengikuti Workshop 1.000 Petani dan Pembudidaya," ujarnya.

Periode pendaftaran dibuka dari tanggal  24 Juni - 8 Juli 2022. Setelah pendaftaran ditutup, Pemprov Jabar  melalui Jabar Digital Service (JDS) akan melakukan proses match-making.  Desa dan mitra yang telah mendaftar akan dipasangkan dengan mempertimbangkan keselarasan fokus pengembangan.

"Melalui sayembara ini diharapkan jumlah desa digital di Jawa Barat bisa bertambah hingga 40 desa di tahun ini, sehingga proses adopsi teknologi di desa menjadi lebih tepat sasaran, potensi desa pun bisa tersalurkan dengan optimal," pungkas Ika.* (Bersumber dari siaran pers / TISHA S KANILAH)

Baca juga: Pembukaan Rapimnas SMSI Diadakan di Markas Besar TNI AD

Editor: Admin
								
    Bagikan  

Berita Terkait