Inacraft 2022, Momen Penting untuk Angkat Produk Jabar di Kancah Internasional

Berita —Rabu, 23 Mar 2022 08:58
    Bagikan  
Inacraft 2022, Momen Penting untuk Angkat Produk Jabar di Kancah Internasional
Provinsi Jawa Barat terpilih jadi ikon pada pameran terbesar se-Asia Tenggara “The International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2022”, yang digelar di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), 2


POSTPANGANDARAN (KOTA BANDUNG),- Provinsi Jawa Barat terpilih jadi ikon pada pameran terbesar se-Asia Tenggara “The International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2022”, yang digelar di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), 23-27 Maret 2022.

Jabar sebagai ikon Inacraft 2022 mengisi paviliun besar seluas 232 meter persegi di pintu utama JCC. Di paviliun itu dipamerkan 335 produk UMKM yang sudah dikurasi. Tak hanya produk kerajinan, di paviliun tersebut juga tersedia berbagai kuliner khas Jabar, pertunjukan seni budaya hingga pelatihan.

Ditemui usai Japri (Jabar Punya Informasi) di Gedung Sate, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil menuturkan, Jabar sudah mempersiapkan dengan matang untuk menjadi ikon di ajang bergengsi produk kerajinan tersebut.  Demikian dikemukakan dalam siaran pers Pemprov Jabar.

"Jabar terpilih jadi ikon Inacraft 2022, ini ajang bergengsi bertaraf internasional bahkan jadi pameran terbesar se-Asia Tenggara. Persiapan sudah dari jauh hari, kita sudah sangat siap sebagai ikon," ujar Atalia, Senin (21/03/2022).

Secara keseluruhan, lanjut Atalia, Inacraft 2022 akan kental nuansa kejawabaratan. Mulai dari logo, dekorasi, tarian selamat datang, hingga seragam kepanitiaan. Adapun nuansa yang akan ditampilkan adalah Jabar secara keseluruhan mulai dari Sunda Priangan, Jawa, hingga kebudayaan Betawi. Sebanyak 14 booth dari kabupaten/ kota di Jabar juga mengisi di luar paviliun utama.

Sementara produk unggulan Jabar yang ditampilkan pada Inacraft 2022 meliputi fesyen , kriya, dekorasi rumah, aksesori, kuliner hingga produk dari material tanah liat yang saat ini sedang didorong oleh Unesco. Ini menunjukkan Jabar sangat kaya akan produk kerajinan sehingga tak heran dijadikan ikon Inacraft 2022.

"Ada enam material produk yang didorong Unesco yang akan kita tampilkan semuanya supaya masyarakat memahami bahwa Jabar ini memiliki semua kebutuhan penyediaan kerajinan untuk Indonesia," tutur Atalia.

Baca juga: Debut Pertama, Bagas dan Fikri Raih Juara Ganda Putra All England 2022

UMKM Jabar yang terlibat merupakan UMKM yang sudah berhasil menembus pasar internasional, sehingga kualitasnya sudah tidak diragukan lagi. Kendati begitu produk UMKM pemula atau startup juga akan ditampilkan.

"Kita harap terus mendongkrak promosi produk Jabar ke pasar internasional juga bisa mengajak mereka yang masih memasarkan secara lokal," ujar Atalia.

Menurutnya, Inacraft 2022 merupakan momen penting untuk mengangkat produk Jabar dan 33 provinsi lainnya ke pasar internasional. Selain berdampak pada kesejahteraan pelaku UMKM, Inacraft 2022 juga menjadi tonggak kebangkitan ekonomi Indonesia secara keseluruhan pasca pandemi Covid-19.

"Pameran ini penting, jarang ada, apalagi levelnya internasional, ini momentum yang baik. Saya harap tidak hanya untuk Jabar saja tapi untuk kebangkitan ekonomi seluruh Indonesia karena kita sebagai ikon juga harus mengangkat 33 provinsi lainnya," tutur Atalia.* (TISHA S. KANILAH)

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Iendra Sofyan menyebut target transaksi ekonomi pada Inacraft 2022 diharapkan mendekati nilai transaksi pada Inacraft 2019 yang diselenggarakan sebelum pandemi COVID-19. Iendra mengatakan, total transaksi ekonomi pada Inacraft 2019 mencapai Rp145 miliar dengan kontrak dagang sebesar 12,98 juta US dollar.

"Tentunya dengan kondisi sekarang meskipun hybrid semoga target transaksi itu bisa sama dengan tahun 2019 atau paling tidak mendekati," ujarnya.

Diharapkan Inacraft 2022 dihadiri 50 persen dari total kunjungan Inacraft 2019 yaitu 173 ribu orang. Hal ini mengingat Jakarta kini sedang menerapkan PPKM level dua di mana pengunjung yang datang harus menunjukkan bukti minimal vaksinasi lengkap (dua dosis).

"Kalau belajar dari tahun 2019 sebelum pandemi ada 173 ribu pengunjung, harapannya tahun ini tidak terlalu jauh meskipun panitia menargetkan paling tidak 50 persennya karena PPKM level 2 di Jakarta," tuturnya.

Baca juga: Episode 7 “A Business Proposal”, Simak Sinopsisnya

Editor: Nabila
								
    Bagikan  

Berita Terkait