Program Pasar Rakyat Jabar, Pasar Pasalaran dan Pasar Kue Weru Selesai Revitalisasi

Berita —Senin, 7 Mar 2022 12:34
    Bagikan  
Program Pasar Rakyat Jabar, Pasar Pasalaran dan Pasar Kue Weru Selesai Revitalisasi
Pasar Pasalaran dan Pasar Kue Weru Selesai Revitalisasi.* (FOTO: Biro Adpim Jabar)

POSTPANGANDARAN (KAB. CIREBON),-  Dua pasar tradisional selesai direvitalisasi melalui Program Pasar Rakyat Jabar Juara di Kabupaten Cirebon, yaitu Pasar Pasalaran dan Pasar Kue Weru, yang merupakan pasar terbesar se-wilayah III Jabar, Jumat (04/03/2022).

Sejauh ini dari 25 pasar yang ditargetkan direvitalisasi, 21 pasar direvitalisasi dengan dana sebesar Rp 229,7 miliar dari bantuan keuangan Pemprov Jabar. Adapun revitalisasi Pasar Pasalaran menelan biaya Rp 9,2 miliar dan Pasar Kue Waru Rp 13,5 miliar.  Sementara di 2022, akan ada satu unit pasar yang akan direvitalisasi dengan dana Rp4 miliar.

"Istimewa, biasanya saya hanya meresmikan satu pasar tapi sekarang sekaligus dua pasar di Cirebon, menandakan betapa pentingnya revitalisasi pasar yang menjadi jantung ekonomi di Jabar.  Kita akan terus memperbaiki pasar agar ekonomi rakyat jadi nomor satu lagi pasca-pandemi COVID-19," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, seperti dikemukakan dalam siaran pers Pemprov Jabar.

Kang Emil menuturkan, melalui program Pasar Rakyat Jabar Juara semua pasar tradisional di Jabar ditargetkan tidak ada lagi kondisinya yang kumuh dan semrawut. Dengan begitu berbelanja akan semakin nyaman dan menjadi harapan bagi masyarakat golongan menengah ke atas.

"Saya bercita-cita semua pasar tradisional di Jabar tidak ada lagi yang kumuh dan semrawut. Saya juga senangnya ke pasar tradisional karena pemilik tokonya adalah masyarakat umum bisa sambil berdialog dan tawar menawar, di situlah letak kearifan lokalnya. Syaratnya pasarnya bersih dan rapi sehingga golongan masyarakat menengah atas makin ramai ke pasar tradisional," ungkap Kang Emil.

Baca juga: Episode 6 “Thirty Nine”, Banyak Hal Tak Terduga

Istimewa dari Pasar Pasalaran yaitu sudah memiliki sistem pembayaran nontunai. Pengelola pasar bekerja sama dengan Bank Indonesia dan bank bjb menyediakan pembayaran melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Dengan transaksi menggunakan QR Code ini pembeli bisa lebih cepat, aman dan mudah dalam melakukan pembayaran di pasar yang memiliki 1.400 los pedagang itu.

"Ini menjadi target kedua di mana masyarakat tidak lagi bayar tunai tapi nontunai lewat QRIS yang akan jadi standar baru," kata Kang Emil.

Menurutnya, saat ini masyarakat rata-rata sudah menggunakan telepon pintar dan paham dunia digital. Di sinilah Bank Indonesia maupun bank bjb harus mengambil peran memanfaatkan potensi tersebut dalam transaksi digital. Kang Emil berharap, secara bertahap transaksi digital ini menjadi kebiasaan baru di masyarakat.

"Hari ini semua orang pegang handphone dan paham digital, semoga QRIS ini menjadi kebiasaan baru di masyarakat dalam bertransaksi," harapnya.

Selain meresmikan wajah baru Pasar Pasalaran dan Pasar Kue Weru, Kang Emil didampingi Bupati Cirebon, Imron, juga berkesempatan meninjau ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat khususnya minyak goreng. Diketahui harga minyak goreng di Pasalaran melebihi harga yang ditetapkan Rp14.000. Pihaknya pun akan segera mengkaji agar harganya kembali normal.* (TISHA S. KANILAH)

Baca juga: Diplomasi 25 Tahun, Mochtar Kusumaatmadja Tegakan Kedaulatan Indonesia (Bagian-3)

 

Editor: Seni
								
    Bagikan  

Berita Terkait